Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dilaporkan telah memusnahkan salinan utama rekaman pengawasan insiden kematian Jeffrey Epstein di Metropolitan Correctional Center, Manhattan. Tindakan ini, yang terjadi pada Juni 2024, memicu kontroversi signifikan dan memaksa Kementerian Kehakiman AS untuk merekonstruksi ulang bukti digital dari salinan terpisah, menyoroti tantangan terhadap integritas prosedur penanganan bukti dalam kasus berprofil tinggi.
Prosedur Pemusnahan dan Rekonstruksi Bukti
Dokumen resmi yang diakses oleh CBS News menunjukkan bahwa pada Juni 2024, seorang agen FBI menerima otorisasi untuk memusnahkan item bukti berlabel 1B60. Item ini dideskripsikan sebagai rekaman utama dari arsip video Metropolitan Correctional Center, lokasi di mana Epstein ditemukan tewas pada Agustus 2019. Proses pemusnahan ini, yang disetujui oleh jaksa penuntut sebagai prosedur standar penanganan bukti, secara resmi menutup kasus tersebut pada Februari 2025, sesuai dengan kebijakan FBI yang mengharuskan berkas investigasi tetap terbuka jika bukti tidak dibuang.
Namun, seiring dengan meningkatnya tekanan publik terhadap transparansi catatan terkait Epstein pada pertengahan tahun 2025, Kementerian Kehakiman AS mengambil langkah luar biasa untuk menyusun kembali rekaman yang telah dimusnahkan. Kepala bagian forensik digital FBI, dalam ringkasan Juli 2025, melaporkan bahwa agen berhasil menemukan salinan lain yang tersimpan dalam dua file pada sistem perekam video digital NiceVision milik penjara. Pada 21 Mei 2025, seorang agen menggunakan alat tangkapan layar untuk merekam ulang video tersebut.
Kontroversi Celah Rekaman dan Penjelasan Resmi
Hasil rekonstruksi tersebut terdiri dari dua segmen video yang berakhir pada pukul 23.58.58 dan segmen berikutnya dimulai tepat tengah malam, menciptakan celah berdurasi 62 detik yang hilang. Saat video ini dirilis pada Juli 2025, publik segera menyoroti durasi yang hilang tersebut. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menjelaskan bahwa celah tersebut disebabkan oleh pengaturan ulang sistem harian. Namun, spesialis FBI yang meninjau sistem tersebut menyatakan bahwa penjelasan Bondi hanyalah sebuah teori yang tidak dapat diuji. Para pakar keamanan yang diwawancarai CBS News juga menilai bahwa celah rekaman rutin seperti itu merupakan hal yang tidak lazim dalam sistem pengawasan.
Langkah Transparansi dan Kritik Berkelanjutan
Kontroversi mengenai menit yang hilang akhirnya terjawab pada September 2025, ketika Kongres merilis rekaman lengkap, termasuk bagian yang sempat hilang. Laporan CBS News menyatakan bahwa tidak ditemukan aktivitas mencurigakan selama periode satu menit tersebut. Perbedaan teknis lain, seperti pemotongan bagian akhir klip dan penyesuaian rasio layar, dijelaskan oleh pihak berwenang sebagai langkah standar dalam proses perekaman layar dan pemformatan.
Langkah transparansi ini terus berlanjut hingga bulan lalu, di mana Kementerian Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar. Perilisan masif ini merupakan mandat dari Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein (Epstein Files Transparency Act) yang disahkan pada November 2025. Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks, setelah sebelumnya pada 2008 mengaku bersalah atas tuduhan membujuk anak di bawah umur untuk prostitusi. Meskipun dokumen telah dirilis, beberapa pihak masih mengkritik adanya banyak bagian yang disensor dan menganggap catatan kunci masih belum diungkap sepenuhnya, mempertahankan tuntutan untuk akuntabilitas penuh.
Analisis mengenai prosedur penanganan bukti dan rekonstruksi rekaman ini didasarkan pada laporan investigasi CBS News, Anadolu Agency, serta dokumen resmi FBI dan Kementerian Kehakiman AS yang dirilis kepada publik, termasuk mandat dari Epstein Files Transparency Act.