Internasional

FIFA Proyeksikan Pendapatan 11 Miliar Dollar AS dari Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengonfirmasi bahwa seluruh alokasi tiket untuk 104 pertandingan Piala Dunia 2026 telah habis terjual, menandai skala mobilisasi massa terbesar dalam sejarah turnamen internasional. Dalam pernyataan resminya di Florida, Infantino mengungkapkan adanya 508 juta permintaan tiket untuk kapasitas sekitar tujuh juta kursi yang tersedia, mencerminkan urgensi logistik dan ekonomi yang signifikan bagi tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Proyeksi Ekonomi dan Dampak Regional

Ekspansi turnamen menjadi 48 tim nasional diperkirakan akan menghasilkan pendapatan bagi FIFA mencapai 11 miliar dollar AS atau setara Rp 186 triliun. Dana tersebut direncanakan akan diinvestasikan kembali ke 211 negara anggota untuk pengembangan infrastruktur olahraga global. Di tingkat regional, dampak ekonomi terhadap Amerika Serikat diprediksi mencapai 30 miliar dollar AS, yang mencakup sektor pariwisata, katering, serta investasi masif di bidang keamanan dan transportasi.

Indikator StrategisNilai Proyeksi
Total Permintaan Tiket508 Juta
Kapasitas Tersedia7 Juta Kursi
Proyeksi Wisatawan20-30 Juta Orang
Penciptaan Lapangan Kerja185.000 Posisi

Dinamika Pasar dan Tantangan Operasional

Meskipun fase penjualan utama telah berakhir, FIFA tetap mengalokasikan sebagian kecil tiket untuk fase last-minute sales yang dijadwalkan mulai April hingga Juli 2026. Infantino juga menanggapi kritik mengenai volatilitas harga di pasar sekunder, terutama di Amerika Serikat yang menerapkan sistem harga dinamis. Fenomena ini dipandang sebagai konsekuensi dari tingginya nilai strategis acara tersebut di pasar Amerika Utara yang kompetitif.

Investasi keamanan menjadi prioritas utama mengingat skala turnamen yang melibatkan peminat dari 200 negara berbeda. Integrasi sistem keamanan lintas batas antara ketiga negara tuan rumah menjadi krusial untuk menjamin stabilitas selama turnamen berlangsung hingga laga final pada 19 Juli 2026. Analisis mengenai dampak ekonomi dan operasional ini didasarkan pada data resmi FIFA dan pernyataan otoritas terkait yang dirilis pada 19 Februari 2026.