Garda Revolusi Iran memberikan ultimatum kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kelanjutan negosiasi kedua negara. Teheran menyatakan Washington kini dihadapkan pada pilihan sulit, yakni menjalankan operasi militer yang dinilai mustahil atau menerima kesepakatan dari Republik Islam Iran.
Kebuntuan Negosiasi dan Proposal 14 Poin
Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat menemui jalan buntu sejak pemberlakuan gencatan senjata pada 8 April 2026. Hingga saat ini, kedua negara baru menyelenggarakan satu putaran pembicaraan perdamaian secara langsung.
Kantor berita Tasnim dan Fars melaporkan bahwa Iran telah menyerahkan proposal perdamaian berisi 14 poin melalui mediator Pakistan. Mengutip laporan situs berita Amerika Serikat Axios, proposal tersebut menetapkan tenggat waktu satu bulan untuk mencapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade angkatan laut Washington, serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon secara permanen.
Respons Keraguan Donald Trump
Presiden AS Donald Trump merespons pengajuan draf kesepakatan tersebut dengan keraguan. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan pesimis proposal itu dapat diterima oleh pemerintahannya.
“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa itu akan dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir.”
Desakan Jalur Diplomasi
Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa ruang bagi Amerika Serikat untuk mengambil keputusan telah menyempit. Mereka mendesak Trump untuk segera menentukan sikap karena waktu negosiasi terus berjalan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi juga menekankan hal serupa kepada para diplomat di Teheran. Ia menyatakan kendali kini berada di tangan Washington untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif.
Pemerintah Iran secara resmi menyatakan kesiapannya dalam menghadapi kedua skenario keputusan yang akan diambil oleh Amerika Serikat.