Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat mengalami tujuh kali erupsi dalam rentang waktu empat jam pada Senin (4/5/2026) pagi. Letusan yang terjadi antara pukul 05.30 hingga 09.30 WIB ini menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1.200 meter di atas puncak.
Detail Erupsi dan Kolom Abu
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Secara visual, material vulkanik tersebut terpantau bergerak condong ke arah barat daya.
Berdasarkan data teknis, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 12 mm. Durasi gempa letusan tersebut tercatat berlangsung selama kurang lebih 190 detik untuk satu kali aktivitas erupsi.
“Gunung Semeru mengalami erupsi dengan dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 m di atas puncak,” ujar Sigit Rian Alfian dalam laporan resminya.
Imbauan Keamanan bagi Masyarakat
Otoritas terkait mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dari ancaman material erupsi yang bisa meluncur sewaktu-waktu.
Selain radius aman, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas susulan, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai. Aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru menjadi titik rawan yang harus dihindari, terutama saat terjadi curah hujan tinggi di wilayah hulu.