Sejumlah keluarga Palestina di Jalur Gaza masih menunggu untuk menemukan dan menguburkan kerabat mereka yang diduga terkubur di bawah bangunan runtuh akibat bombardir Israel. Laporan menyebut sekitar 8.000 jenazah diyakini masih tertimbun, sementara pembersihan puing diperkirakan dapat memakan waktu hingga tujuh tahun.
Perkiraan durasi pembersihan puing hingga tujuh tahun
Dilansir Aljazeera, Senin (4/5/2026), surat kabar Haaretz mengutip seorang pejabat anonim dari Program Pembangunan PBB yang menyatakan bahwa lambatnya proses pembersihan dapat membuat pekerjaan itu berlangsung lama.
Menurut sumber tersebut, kondisi di lapangan membuat proses pembersihan area terdampak kehancuran berpotensi memakan waktu hingga tujuh tahun untuk diselesaikan.
Data Pertahanan Sipil Palestina dan keterbatasan alat berat
Penilaian itu didasarkan pada data dari otoritas Pertahanan Sipil Palestina. Otoritas tersebut memperingatkan adanya kekurangan alat berat yang parah.
Keterbatasan peralatan ini disebut memperlambat upaya membersihkan area kehancuran yang luas di Gaza, sehingga proses pencarian korban di bawah reruntuhan ikut terhambat.
Klaim pelanggaran harian kesepakatan “gencatan senjata”
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap kesepakatan “gencatan senjata” yang ditandatangani pada Oktober lalu. Dalam periode tersebut, disebutkan 828 warga Palestina tewas dan 2.342 lainnya terluka.
Dampak dua tahun serangan dan perkiraan biaya rekonstruksi
Kesepakatan “gencatan senjata” itu dimaksudkan untuk mengakhiri serangan Israel selama dua tahun di Gaza. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya.
Dalam laporan yang sama, disebutkan 90 persen infrastruktur sipil hancur. PBB juga memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.