Kelompok Hamas dan Palestinian Islamic Jihad (PIJ) pada Senin, 02 Maret 2026, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, seraya menuding Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Reaksi Kelompok Perlawanan Palestina
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (1/3/2026), Hamas mengecam keras serangan yang mereka sebut sebagai tindakan “keji” oleh Amerika Serikat dan Israel. Kelompok tersebut menyatakan bahwa Khamenei adalah pendukung utama perjuangan Palestina.
Pernyataan Hamas dan Brigade Al-Qassam
“Kami di Hamas berduka atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Ia telah memberikan segala bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan perlawanan kami,” demikian pernyataan Hamas, dikutip dari AFP. Hamas lebih lanjut menuding Amerika Serikat dan Pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas “agresi terang-terangan dan kejahatan keji terhadap kedaulatan Republik Islam Iran, serta dampak seriusnya terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.”
Sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, turut memberikan penghormatan kepada Khamenei, menyebutnya sebagai “pendukung utama Poros Perlawanan dan para pejuangnya.” Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa dukungan Iran selama puluhan tahun kepada perjuangan Palestina merupakan hasil keputusan langsung Khamenei. “Seluruh dukungan yang diberikan Republik Islam selama beberapa dekade kepada rakyat dan perlawanan kami diberikan melalui keputusan langsung dan di bawah pengawasan penuh beliau,” kata mereka. Kelompok tersebut juga menilai dukungan itu menjadi faktor penting dalam perkembangan kemampuan dan strategi perlawanan, termasuk yang mereka klaim sebagai “pencapaian besar” dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Sikap Palestinian Islamic Jihad (PIJ)
Selain Hamas, kelompok Palestina lainnya, Palestinian Islamic Jihad (PIJ), juga mengecam keras kematian Khamenei. PIJ menyebut serangan yang dilakukan AS dan Israel sebagai “kejahatan perang” dalam sebuah aksi yang “khianat dan jahat.”
Implikasi Strategis dan Dinamika Regional
Pernyataan dari kelompok-kelompok perlawanan ini menambah kompleksitas dinamika geopolitik di Timur Tengah. Kematian seorang pemimpin spiritual dan politik dengan pengaruh signifikan terhadap “Poros Perlawanan” berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan yang sudah memanas menyusul rangkaian serangan dan aksi balasan dalam beberapa hari terakhir. Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada citra satelit dan pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Iran yang dirilis pada 1 Maret 2026, serta laporan dari kantor berita AFP.