Teknologi

Harga Raspberry Pi Melonjak Hingga 70 Persen, Dampak Krisis LPDDR4 Akibat Dominasi Industri AI

Era komputer murah nampaknya tengah menghadapi tantangan serius. Raspberry Pi, pionir single-board computer (SBC) yang dikenal karena aksesibilitas harganya, kembali mengumumkan kenaikan harga signifikan pada awal Februari 2026. Langkah ini merupakan imbas langsung dari krisis pasokan RAM global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, memaksa produsen untuk menyesuaikan margin di tengah biaya komponen yang melambung.

Dinamika Harga: Dari Varian 2GB hingga 16GB

Kenaikan harga kali ini menyasar hampir seluruh lini produk terbaru, termasuk Raspberry Pi 4, Raspberry Pi 5, serta modul industri CM4 dan CM5. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari The Register, varian dengan kapasitas memori besar menjadi yang paling terdampak. Raspberry Pi 5 varian 16GB, yang awalnya diluncurkan di angka 145 dollar AS, kini harus ditebus dengan harga 205 dollar AS—sebuah lonjakan drastis sebesar 70 persen dibandingkan harga peluncuran awal.

Berikut adalah rincian penyesuaian harga berdasarkan kapasitas RAM yang berlaku efektif bulan ini:

Kapasitas RAMKenaikan Harga (USD)
2GB10 dollar AS
4GB15 dollar AS
8GB30 dollar AS
16GB60 dollar AS

Meskipun demikian, Raspberry Pi masih berupaya mempertahankan model dasar dengan RAM 1GB pada harga 35 dollar AS untuk Pi 4 dan 45 dollar AS untuk Pi 5. Produk lawas seperti Raspberry Pi Zero dan Raspberry Pi 3 juga dilaporkan tidak mengalami perubahan harga untuk saat ini.

AI dan Pergeseran Prioritas Manufaktur Memori

Akar masalah dari fenomena ini bukanlah pada desain prosesor, melainkan pada ekosistem memori global. Lonjakan permintaan infrastruktur Generative AI telah memaksa raksasa semikonduktor untuk mengalihkan kapasitas produksi mereka ke High Bandwidth Memory (HBM) yang lebih menguntungkan bagi pusat data. Akibatnya, produksi DRAM konvensional dan LPDDR4—komponen inti Raspberry Pi—menjadi terpinggirkan.

Analis dari TrendForce memberikan proyeksi yang cukup mengkhawatirkan bagi konsumen. Harga kontrak DRAM diperkirakan akan terus merangkak naik, dengan potensi lonjakan mencapai 90 hingga 95 persen pada kuartal ini. Kondisi ini menciptakan tekanan hebat pada rantai pasok perangkat elektronik konsumen yang sangat bergantung pada efisiensi biaya produksi.

Analisis Pasar: Tekanan pada Ekosistem Konsumen

Menariknya, di saat LPDDR4 mengalami krisis, pasar memori DDR5 justru menunjukkan stabilisasi dengan kenaikan tipis hanya 0,1 persen dalam sebulan terakhir. Namun, perlu dicatat bahwa harga DDR5 saat ini sudah berada di level yang sangat tinggi setelah mengalami reli kenaikan kumulatif lebih dari 150 persen sejak akhir 2025. Selama industri pusat data terus menyerap pasokan memori global untuk kebutuhan AI, tekanan harga pada perangkat gadget dan komputer mini diprediksi akan tetap bertahan hingga akhir tahun 2026.