Internasional

Indonesia: Perkuat Diplomasi Budaya di Italia, Kebaya Night Jadi Instrumen Proyeksi Identitas Nasional

TREVISO, Italia – Pada Minggu, 08 Februari 2026, sebuah inisiatif diplomasi kultural signifikan bertajuk ‘Kebaya Night’ diselenggarakan di Treviso, Italia, menandai upaya Indonesia dalam memproyeksikan identitas nasionalnya di kancah global. Acara ini, yang diinisiasi oleh Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) di Eropa, berfungsi sebagai platform strategis untuk memperkuat narasi budaya bangsa di jantung Eropa, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap diplomasi publik yang efektif.

Dimensi Strategis Diplomasi Kultural

Malam Kebaya di Treviso bukan sekadar perayaan busana tradisional, melainkan sebuah manifestasi dari strategi soft power Indonesia. Ketua PBI Eropa, Christiana D Streiff, menegaskan komitmen organisasinya untuk membawa kebaya melampaui batas geografis, dengan tujuan memperkuat posisi kebaya sebagai identitas budaya nasional yang berkelas global. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari langkah PBI Eropa pasca kunjungan mereka ke UNESCO pada Februari 2025, mengindikasikan upaya terstruktur dalam pengakuan internasional.

Duta Besar RI untuk Italia, Prof Dr Junimart Girsang, menggarisbawahi bahwa kebaya adalah narasi panjang tentang bangsa, identitas, sejarah, dan kisah perempuan Indonesia yang memadukan keanggunan dengan keteguhan. Pernyataan ini menegaskan peran kebaya sebagai simbol kedaulatan kultural dan alat untuk menumbuhkan nasionalisme serta patriotisme di tengah arus modernisasi global, sebagaimana diungkapkan oleh pegiat kebaya Atie Nitiasmoro.

Implikasi Ekonomi dan Jaringan Diaspora

Lebih jauh, acara ini juga menyoroti potensi ekonomi dari diplomasi kultural. Atie Nitiasmoro menjelaskan bahwa industri kebaya, mulai dari UMKM hingga skala besar, telah menggerakkan roda perekonomian dengan pesanan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Aspek ini menunjukkan bagaimana proyeksi budaya dapat memiliki dampak ekonomi yang konkret, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Kehadiran sekitar 50 tamu undangan, termasuk Gloria Gigante, Konsul Kehormatan RI di Trieste, pelaku industri mode, warga Italia, serta diaspora Indonesia dari sepuluh negara Eropa (Belanda, Perancis, Swiss, Italia, Norwegia, Spanyol, Republik Irlandia, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Vatikan), menggarisbawahi jangkauan dan efektivitas acara dalam membangun jaringan. PBI Eropa saat ini telah merangkul komunitas perempuan Indonesia dari 23 negara, menunjukkan kapasitasnya sebagai aktor non-negara dalam memperluas pengaruh kultural Indonesia di benua tersebut.

Analisis mengenai inisiatif diplomasi kultural ini didasarkan pada siaran pers resmi yang diterima dari Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Eropa dan pernyataan Duta Besar RI untuk Italia, Prof Dr Junimart Girsang, yang dirilis pada Minggu, 08 Februari 2026.