Internasional

Indonesia Siagakan 8.000 Pasukan Penjaga Perdamaian di Gaza, AS Perkuat Armada di Timur Tengah

Pada Kamis, 12 Februari 2026, dinamika geopolitik global menunjukkan peningkatan aktivitas militer dan diplomatik signifikan di beberapa kawasan strategis. Indonesia mengumumkan kesiapan untuk mengerahkan 8.000 personel militer sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza, sementara Amerika Serikat mempertimbangkan pengerahan kelompok serang kapal induk kedua ke Timur Tengah. Di Asia Timur, insiden provokatif melibatkan jet tempur China dan pesawat Taiwan menambah ketegangan regional, bertepatan dengan desakan Israel kepada AS terkait program rudal Iran.

Indonesia Siap Kerahkan Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Indonesia secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mengirim hingga 8.000 personel militer ke Jalur Gaza. Komitmen ini merupakan bagian dari inisiatif pasukan penjaga perdamaian internasional yang diusulkan dalam skema perdamaian Timur Tengah oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang mengartikulasikan jumlah pasukan secara spesifik untuk misi tersebut, menandakan peran aktif dalam stabilisasi regional.

AS Pertimbangkan Pengerahan Kelompok Serang Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (10/2/2026) mengonfirmasi bahwa Washington sedang mempertimbangkan pengerahan kelompok serang kapal induk (Carrier Strike Group) kedua ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah berlangsungnya proses diplomasi. “Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul. Kita sedang mempertimbangkan pengerahan tambahan,” ujar Trump, mengindikasikan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan.

Jet Tempur China Tembakkan Suar ke Pesawat Taiwan dalam Latihan Militer

Dalam insiden yang dilaporkan terjadi pada Desember lalu, sebuah jet tempur J-16 milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menembakkan suar (flares) ke arah pesawat Taiwan. Peristiwa ini terjadi selama latihan militer skala besar yang digelar Beijing di sekitar Taiwan. Kementerian Pertahanan Taiwan menganggap manuver tersebut sebagai provokasi serius, yang semakin memperburuk ketegangan di Selat Taiwan. Laporan mengenai insiden ini juga telah dibagikan kepada militer Amerika Serikat.

Netanyahu Desak AS Ambil Sikap Lebih Keras Terhadap Program Rudal Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu diperkirakan akan mendesak Washington untuk mengambil sikap yang lebih tegas dalam negosiasi nuklir dengan Iran. Fokus utama desakan Netanyahu adalah program rudal balistik Iran, yang dianggap Israel sebagai ancaman serius terhadap keamanan regional. Kunjungan ini merupakan yang keenam bagi Netanyahu ke AS sejak Trump menjabat.

Informasi mengenai komitmen pasukan Indonesia didasarkan pada pernyataan resmi pemerintah. Detail pengerahan armada AS merujuk pada pernyataan Presiden Trump. Laporan insiden di Selat Taiwan bersumber dari dokumen Kementerian Pertahanan Taiwan. Sementara itu, desakan Israel terhadap AS terkait Iran dikutip dari laporan kantor berita AFP.