MILANO – Sejumlah medali yang dianugerahkan pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 dilaporkan mengalami kerusakan signifikan tak lama setelah upacara podium. Insiden ini memicu kekhawatiran serius mengenai kualitas dan integritas simbol penghargaan tertinggi dalam ajang olahraga global tersebut, hanya beberapa hari setelah pembukaan.
Insiden Kerusakan Medali dan Kesaksian Atlet
Para atlet dari berbagai cabang olahraga melaporkan medali mereka retak, terkelupas, atau bahkan terlepas dari pita pengalungnya. Breezy Johnson, juara ski downhill Amerika Serikat, menjadi salah satu korban ketika medalinya rusak tak lama setelah perayaan kemenangannya pada Sabtu, 7 Februari 2026.
“Saya melompat-lompat kegirangan, lalu medali itu langsung terlepas,” ujar Johnson, menunjukkan medalinya yang retak dan terkelupas, sementara pitanya masih tergantung di lehernya.
Kasus serupa menimpa atlet ski lintas alam Swedia, Ebba Andersson, yang menyatakan medalinya “jatuh ke salju dan patah menjadi dua.” Atlet biathlon Jerman, Justus Strelow, juga melaporkan medali perunggunya retak dan jatuh ke lantai saat perayaan. Sementara itu, Alysa Liu, atlet seluncur indah Amerika Serikat, mengunggah di media sosial bahwa pita medali emas beregunya terlepas.
Respons Penyelenggara dan Dugaan Penyebab
Menanggapi gelombang keluhan ini, Andrea Francisi, pejabat operasional utama Olimpiade Milano Cortina, menyatakan pada konferensi pers Senin, 9 Februari 2026, bahwa panitia sedang melakukan investigasi menyeluruh.
“Kami sepenuhnya menyadari situasi ini dan Anda semua sudah melihat fotonya. Kami sedang menyelidiki apa sebenarnya masalahnya,” kata Francisi. “Kami akan memberikan perhatian maksimal pada medali. Semuanya harus sempurna karena ini adalah salah satu hal terpenting bagi para atlet.”
Penyelenggara mengisyaratkan bahwa masalah mungkin bersumber dari mekanisme pengaman pada tali atau pita medali. Sistem ini dirancang untuk terlepas jika ditarik dengan kuat, sesuai dengan persyaratan hukum untuk mencegah risiko tercekik. Namun, mekanisme tersebut diduga justru membuat medali rentan terlepas atau rusak saat atlet merayakan dengan ekspresi kegembiraan yang intens.
Preseden dan Implikasi Kredibilitas
Insiden kerusakan medali bukan kali pertama terjadi dalam sejarah Olimpiade modern. Pada Olimpiade Paris 2024, tercatat lebih dari 200 permintaan penggantian medali, yang setara dengan sekitar 4 persen dari total medali yang diberikan. Frekuensi insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang standar kualitas dan proses produksi medali Olimpiade.
Kegagalan pada elemen krusial seperti medali dapat berpotensi merusak citra dan kredibilitas penyelenggaraan Olimpiade, sebuah ajang yang sangat bergantung pada simbolisme dan pengalaman atlet. Integritas setiap aspek, termasuk kualitas medali, esensial untuk menjaga reputasi global acara tersebut.
Analisis mengenai insiden medali ini didasarkan pada laporan media internasional, pernyataan resmi pejabat operasional Olimpiade Milano Cortina yang dirilis pada 9 Februari 2026, serta kesaksian langsung dari para atlet yang terdokumentasi.