Investigasi terbaru mengungkap jaringan pendanaan terpidana kasus kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, yang merambah sektor teknologi strategis di Hong Kong. Berdasarkan dokumen Departemen Kehakiman AS, Epstein diketahui menyalurkan dana sedikitnya 113.000 dollar AS untuk mendukung riset kecerdasan buatan (AI) yang dipimpin oleh ilmuwan Ben Goertzel. Langkah ini tidak hanya menopang pengembangan teknis, tetapi juga berfungsi sebagai pengungkit untuk mengakses hibah jutaan dolar dari Pemerintah Hong Kong.
Mekanisme Pendanaan dan Manipulasi Hibah Pemerintah
Aliran dana dari Epstein dilakukan melalui organisasi nirlaba Humanity+ yang kemudian diteruskan ke Novamente, perusahaan konsultan milik Goertzel. Dana tersebut diposisikan sebagai sponsor industri guna memenuhi kriteria Innovation and Technology Fund (ITF) milik Pemerintah Hong Kong. Skema ITF mewajibkan perusahaan mengamankan sepuluh persen pendanaan swasta untuk mendapatkan sisa 90 persen pembiayaan dari kas negara.
Data menunjukkan bahwa dukungan finansial Epstein memungkinkan Novamente mensponsori tiga proyek riset di Hong Kong Polytechnic University. Total pendanaan yang berhasil dicairkan dari pemerintah mencapai 8,9 juta dollar Hong Kong dalam periode 2010 hingga 2016. Proyek ini mencakup pengembangan OpenCog, sebuah kerangka kerja AI sumber terbuka yang memiliki implikasi luas pada pengembangan Artificial General Intelligence (AGI).
Korespondensi Strategis dan Risiko Etika Riset
Dokumen e-mail menunjukkan hubungan yang intens antara Goertzel dan Epstein sejak tahun 2001. Dalam berbagai kesempatan, Goertzel secara aktif meminta tambahan dana untuk menutupi defisit operasional risetnya. Meskipun pemberitaan negatif mengenai aktivitas kriminal Epstein mulai mencuat pada 2015, transaksi finansial tetap berlanjut, menunjukkan adanya ketergantungan riset teknologi tingkat tinggi pada modal privat yang tidak terverifikasi secara etis.
Tanggapan dan Implikasi Keamanan
Ben Goertzel menyatakan penyesalannya atas keterlibatan tersebut, dengan alasan sulitnya memperoleh pendanaan untuk riset AGI pada masa itu. Namun, kasus ini menyoroti celah dalam sistem verifikasi donor pada lembaga riset internasional. Komisi Inovasi dan Teknologi Hong Kong menegaskan bahwa mereka terus meninjau skema pendanaan untuk memastikan akuntabilitas, meskipun keterkaitan dengan figur kontroversial seperti Epstein baru terungkap melalui investigasi jurnalistik mendalam.
Analisis mengenai keterkaitan finansial dan pengaruhnya terhadap pengembangan teknologi ini didasarkan pada laporan investigasi South China Morning Post dan dokumen resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dirilis pada Februari 2026.