Otoritas keamanan Perancis melakukan tindakan hukum tegas dengan menggeledah kantor Institut Dunia Arab (IMA) di Paris pada Senin (16/2). Operasi ini menandai eskalasi signifikan dalam penyelidikan dugaan aliran dana ilegal yang menghubungkan mantan Menteri Kebudayaan Perancis, Jack Lang, dengan jaringan keuangan mendiang miliarder Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Langkah hukum ini diambil setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terbaru yang mengungkap kedalaman interaksi antara elit politik Eropa dengan entitas keuangan Epstein.
Fokus Penyelidikan Aliran Dana Transnasional
Penyelidikan yang dipimpin oleh Kejaksaan Paris ini berpusat pada dugaan pencucian uang hasil penipuan pajak berat. Fokus utama otoritas tertuju pada Prytanee LLC, sebuah perusahaan lepas pantai (offshore) yang didirikan pada tahun 2016 di Kepulauan Virgin AS. Perusahaan tersebut diketahui memiliki aset sebesar 1,4 juta dollar AS yang secara resmi ditujukan untuk mendukung kegiatan seni, namun kini dicurigai sebagai instrumen pencucian uang.
Putri Jack Lang, Caroline Lang, memegang 50 persen saham dalam entitas tersebut. Meskipun Caroline mengklaim tidak menerima keuntungan finansial dan bersikap naif terhadap asal-usul dana, namanya muncul secara spesifik dalam surat wasiat Epstein tahun 2019 dengan janji hibah sebesar 5 juta dollar AS. Otoritas kini tengah memverifikasi apakah terdapat transfer aset yang melanggar hukum perbankan internasional dan regulasi perpajakan Perancis.
Implikasi Politik dan Pengunduran Diri Strategis
Jack Lang, yang merupakan tokoh sentral dalam diplomasi kebudayaan Perancis selama dekade 1980-an dan 1990-an, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden IMA pada awal Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Sebastien Lecornu memanggil Lang untuk memberikan klarifikasi di Kementerian Luar Negeri. Data menunjukkan nama Lang muncul sebanyak 673 kali dalam korespondensi internal Epstein antara tahun 2012 hingga 2019.
Perluasan Investigasi Terhadap Aktor Diplomatik
Selain keluarga Lang, Kejaksaan Paris juga memperluas cakupan investigasi terhadap sejumlah warga negara Perancis lainnya yang diduga memfasilitasi jaringan Epstein. Beberapa nama yang kini berada di bawah pengawasan ketat meliputi:
- Fabrice Aidan: Diplomat Perancis yang diduga memberikan akses informasi diplomatik dan jaringan internasional kepada Epstein.
- Daniel Siad: Perekrut model yang menghadapi tuduhan kekerasan seksual di Perancis pada era 1990-an.
- Frederic Chaslin: Konduktor musik yang tengah diperiksa atas dugaan pelecehan seksual pada tahun 2016.
Analisis Stabilitas Institusional
Kasus ini memberikan tekanan besar pada integritas institusi kebudayaan dan diplomatik Perancis di mata internasional. Jaksa penuntut menyatakan akan meninjau kembali kasus-kasus lama, termasuk keterlibatan Jean-Luc Brunel, mantan eksekutif agensi model yang tewas di penjara pada 2022. Penunjukan hakim penyelidik khusus menunjukkan bahwa otoritas Perancis memandang skandal ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan ancaman terhadap kredibilitas tata kelola pemerintahan.
Analisis mengenai perkembangan hukum dan penggeledahan ini didasarkan pada pernyataan resmi Kejaksaan Paris dan laporan audit internal Kementerian Luar Negeri Perancis yang dirilis pada pertengahan Februari 2026.