Internasional

Investigasi Kematian Jeffrey Epstein: Pakar Forensik Temukan Bukti Baru Dugaan Pembunuhan

Penyelidikan atas kematian terdakwa kejahatan seksual Jeffrey Epstein memasuki babak baru setelah Michael Baden, pakar patologi forensik terkemuka, secara terbuka meragukan hasil autopsi resmi pemerintah Amerika Serikat. Baden, yang mengamati pemeriksaan jenazah atas permintaan pihak keluarga, menyatakan bahwa bukti fisik lebih mengarah pada tindakan pencekikan dibandingkan bunuh diri.

Anomali Medis dan Temuan Patologi Forensik

Fokus utama keraguan Baden terletak pada temuan tiga patah tulang di area leher Epstein, mencakup tulang hyoid kiri dan dua bagian pada tulang rawan tiroid. Berdasarkan pengalaman klinis selama lima dekade, Baden menegaskan bahwa akumulasi fraktur semacam itu sangat jarang ditemukan dalam kasus gantung diri, terutama di lingkungan pemasyarakatan.

“Opini saya adalah kematiannya kemungkinan besar disebabkan oleh cekikan daripada gantung diri,” ujar Baden dalam keterangannya.

Meskipun Kantor Pemeriksa Medis New York menetapkan status bunuh diri, terdapat ketidaksesuaian prosedural yang dicatat. Kepala Pemeriksa Medis saat itu, Barbara Sampson, mengubah status kematian dari “menunggu penyelidikan” menjadi “bunuh diri” hanya dalam lima hari, meski dilaporkan tidak hadir secara fisik saat proses autopsi berlangsung.

Kegagalan Protokol Keamanan di Metropolitan Correctional Centre

Selain aspek medis, laporan resmi Kementerian Kehakiman AS tahun 2023 mengonfirmasi adanya serangkaian kelalaian fatal di fasilitas Metropolitan Correctional Centre (MCC). Beberapa poin krusial meliputi:

  • Pemindahan teman sel Epstein pada 9 Agustus 2019 tanpa adanya pengganti, meninggalkan terdakwa sendirian di sel.
  • Penghentian pemeriksaan rutin setiap 30 menit setelah pukul 22.40, meskipun protokol mewajibkan pengawasan ketat.
  • Pemalsuan catatan penjara oleh dua petugas jaga untuk menutupi kelalaian pengawasan tersebut.

Analisis Visual dan Pergerakan Mencurigakan

Tinjauan terhadap rekaman video pengawas mengungkap adanya kilatan oranye yang bergerak menuju blok sel Epstein pada pukul 22.39, sesaat sebelum pemeriksaan rutin dihentikan. Terdapat perbedaan interpretasi antara otoritas federal dan analis independen mengenai objek tersebut:

PihakInterpretasi Temuan
Inspektur JenderalPetugas yang membawa linen atau perlengkapan tidur berwarna oranye.
Analisis IndependenGerakan yang konsisten dengan personil yang mengenakan seragam penjara oranye.

Epstein ditemukan tidak bernyawa pada pagi hari berikutnya dalam posisi hampir terduduk dengan kain oranye melilit lehernya. Inkonsistensi antara temuan medis dan kegagalan sistemik di fasilitas penahanan ini terus memicu perdebatan mengenai akurasi narasi resmi pemerintah.

Analisis mengenai perkembangan kasus ini didasarkan pada laporan resmi Kementerian Kehakiman AS, dokumen pengadilan federal, dan pernyataan ahli forensik yang dirilis hingga 14 Februari 2026.