Internasional

Iran: Akuisisi Sistem Rudal Pertahanan Udara Rusia Senilai Rp 9,9 Triliun di Tengah Peningkatan Ketegangan Regional

Pemerintah Iran dilaporkan telah menandatangani kesepakatan signifikan dengan Rusia untuk pengadaan sistem rudal pertahanan udara senilai 589 juta dollar AS (sekitar Rp 9,9 triliun) pada Desember 2025. Langkah strategis ini, yang bertujuan untuk merekonstruksi kapabilitas pertahanan udara Teheran pasca-serangan pada Juni 2025, menandai peningkatan substansial dalam postur militer Iran di tengah dinamika geopolitik regional yang kian kompleks.

Detail Akuisisi Sistem Pertahanan Udara

Menurut laporan Financial Times pada Minggu (22/2/2026), perjanjian tersebut mencakup komitmen Rusia untuk mengirimkan 500 unit peluncur portabel Verba dan 2.500 rudal tipe 9M336 ke Iran. Pengiriman alutsista bernilai fantastis ini dijadwalkan dalam tiga fase antara tahun 2027 hingga 2029, meskipun beberapa sumber mengindikasikan bahwa sejumlah unit sistem pertahanan tersebut mungkin telah tiba lebih awal dari jadwal. Permintaan resmi sistem pertahanan ini diajukan Teheran kepada Rusia pada Juli 2025, menyusul serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Juni 2025. Sistem Verba dikenal sebagai salah satu teknologi pertahanan udara paling mutakhir milik Rusia, dinilai sangat efektif untuk melumpuhkan rudal jelajah maupun pesawat tanpa awak (UAV) yang terbang rendah.

Penguatan Fasilitas Nuklir dan Militer Iran

Di samping akuisisi alutsista, citra satelit terbaru dari Institute for Science and International Security (ISIS) menunjukkan Iran secara aktif memperkuat fasilitas nuklirnya. Upaya ini dilakukan di tengah spekulasi mengenai potensi serangan militer Amerika Serikat menyusul kebuntuan negosiasi nuklir kedua negara. Di kompleks militer Parchin, sekitar 30 kilometer tenggara Teheran, visual satelit memperlihatkan pembangunan fasilitas baru yang kini dikelilingi perisai beton dan terkubur di bawah tanah. Struktur yang menyerupai ‘sarkofagus’ ini diduga kuat bertujuan untuk memproteksi peralatan vital serta material nuklir dari pantauan udara maupun potensi serangan rudal. Aktivitas serupa juga terpantau di kompleks nuklir Isfahan, salah satu dari tiga lokasi pengayaan uranium utama yang sempat menjadi sasaran pasukan AS pada Juni 2025. Visual satelit memperlihatkan seluruh pintu masuk terowongan kini telah ‘dikubur sepenuhnya’ dengan tanah guna melindungi cadangan uranium dan meminimalisir risiko penyusupan darat. Selain itu, Iran dilaporkan sedang memperkuat akses terowongan di pegunungan dekat Natanz, lokasi dua fasilitas pengayaan uranium krusial. Analisis ISIS menyebutkan adanya pergerakan masif kendaraan berat, pengaduk semen, dan truk pengangkut di seluruh kompleks tersebut. Lebih lanjut, pangkalan rudal di dekat Shiraz dan Qom yang sempat rusak pada konflik 2025 kini tengah diperbaiki agar kembali berfungsi optimal.

Analisis mengenai akuisisi alutsista dan penguatan infrastruktur strategis Iran ini didasarkan pada laporan Financial Times, citra satelit dan analisis dari Institute for Science and International Security (ISIS), serta informasi dari sejumlah sumber yang dekat dengan lingkaran pertahanan Iran.