Internasional

Iran Eksekusi Tiga Warga Terkait Kerusuhan Mashhad dan Jaringan Mossad

Otoritas Iran melaksanakan hukuman mati terhadap tiga warga negaranya yang dituduh terlibat dalam kerusuhan besar di kota Mashhad pada awal tahun ini. Selain dakwaan kerusuhan, para terpidana juga diduga memiliki keterkaitan dengan rencana intelijen Israel di wilayah Iran.

Berdasarkan laporan Iran International pada Senin (4/5/2026), proses eksekusi tersebut berlangsung serentak pada Senin pagi waktu setempat.

Detail Identitas dan Dakwaan Para Terpidana

Media pemerintah Iran mengidentifikasi dua pria yang dieksekusi mati sebagai Mehdi Rasouli dan Mohammadreza Miri. Keduanya disebut oleh otoritas Teheran sebagai “elemen Mossad” yang terlibat dalam upaya yang disebut sebagai kudeta pada Januari lalu.

Rasouli dan Miri didakwa memiliki peran langsung dalam pembunuhan seorang anggota pasukan keamanan Iran saat peristiwa tersebut berlangsung. Sementara itu, satu pria lainnya diidentifikasi sebagai Ebrahim Dolatabadi.

Dolatabadi digambarkan sebagai tokoh kunci dalam kerusuhan di kawasan Tabarsi. Ia dituduh memimpin kelompok-kelompok yang terlibat dalam bentrokan hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Peningkatan Eksekusi Tahanan Politik

Langkah tegas Teheran ini mendapat sorotan dari berbagai organisasi pembela hak asasi manusia (HAM). Kelompok-kelompok HAM mencatat bahwa Iran telah mengeksekusi setidaknya 25 tahanan politik sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Tren eksekusi ini menunjukkan intensitas penegakan hukum yang tinggi terhadap individu-individu yang dianggap mengancam stabilitas nasional maupun mereka yang dituduh bekerja sama dengan pihak asing.

Rangkaian Eksekusi dalam Sepekan Terakhir

Sebelum pelaksanaan hukuman mati pada Senin, Iran juga mengeksekusi seorang tahanan politik bernama Mehrab Abdollahzadeh di penjara Urmia pada Minggu (3/5). Abdollahzadeh ditangkap pada Oktober 2022 atas tuduhan pembunuhan sukarelawan pasukan keamanan dalam aksi demonstrasi antipemerintah.

“Hukuman mati Mehrab Abdollahzadeh dilaksanakan pagi ini setelah menyelesaikan formalitas hukum,” demikian dilaporkan oleh Mizan Online, situs berita yang dikelola otoritas kehakiman Iran.

Pada Sabtu (2/5), dua pria lain bernama Yaghoub Karimpour dan Nasser Bekrzadeh juga menjalani hukuman gantung di penjara pusat Urmia. Mahkamah Agung Iran sebelumnya telah memperkuat vonis mati terhadap mereka atas tuduhan spionase untuk Israel dan kolaborasi dengan Mossad.