Internasional

Iran Luncurkan Rentetan Serangan Rudal Balistik ke Pangkalan AS di Kuwait dan Wilayah UEA-Yordania

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangkaian serangan rudal balistik terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dan sejumlah wilayah di Uni Emirat Arab (UEA) serta Yordania pada Sabtu, 28 Februari 2026. Aksi ini merupakan respons balasan atas serangan gabungan AS dan Israel yang menargetkan beberapa lokasi di Iran pada pagi hari yang sama, menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan regional.

Eskalasi Serangan Balasan Iran

Kantor berita Fars melaporkan, mengutip sumber di IRGC, bahwa operasi militer ini akan terus berlanjut tanpa henti. Serangan balasan Iran secara spesifik menargetkan aset-aset AS di kawasan Teluk, memicu respons pertahanan udara dari beberapa negara yang mengonfirmasi adanya rudal yang mengarah ke wilayah kedaulatan mereka.

Dampak Serangan di Kuwait dan Uni Emirat Arab

Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi bahwa Pangkalan Udara Ali Al Salem, yang menampung personel militer AS dan asing, menjadi sasaran sejumlah rudal balistik. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al Atwan, menyatakan bahwa Angkatan Pertahanan Udara Kuwait berhasil mencegat rudal-rudal tersebut pada Sabtu pagi.

Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan pencegatan gelombang kedua serangan rudal Iran. Otoritas setempat mengumumkan bahwa pertahanan udara UEA berhasil menanggulangi ancaman tersebut, dengan pecahan rudal jatuh di berbagai wilayah Abu Dhabi, termasuk Pulau Saadiyat, Kota Khalifa, Bani Yas, Kota Mohamed bin Zayed, dan Al Falah. Meskipun tidak ada korban luka dalam gelombang kedua ini, gelombang serangan sebelumnya dilaporkan menewaskan satu warga sipil di ibu kota UEA.

Saksi mata di Dubai melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat rudal melintas di langit pada Sabtu. Seorang warga menggambarkan insiden tersebut sebagai “bola api” yang diikuti jejak asap, mengindikasikan intensitas serangan.

Insiden Rudal di Yordania

Di Yordania, angkatan bersenjata setempat berhasil menembak jatuh dua rudal balistik yang menargetkan wilayah kerajaan. Seorang pejabat militer Yordania menegaskan bahwa rudal-rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara itu. Direktorat Keamanan Publik Yordania kemudian menyatakan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun terjadi kerusakan material.

Pihak berwenang Yordania menanggapi 12 laporan mengenai benda dan puing-puing yang jatuh di provinsi-provinsi seperti Ibu Kota Amman, Zarqa, Jerash, Madaba, dan Irbid antara pagi hingga pukul 14.00 waktu setempat pada hari Sabtu.

Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada laporan dari kantor berita Fars dan Al Jazeera, serta pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Kuwait, Uni Emirat Arab, dan pejabat militer Yordania yang dirilis pada 28 Februari 2026.