Internasional

Iran: Pemakaman Pemimpin Tertinggi Khamenei di Mashhad, di Tengah Ketegangan Pasca-Serangan AS-Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan akan dimakamkan di kota suci Mashhad menyusul gugurnya beliau pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kematian Khamenei pada usia 86 tahun, setelah 36 tahun memimpin Republik Islam Iran, terjadi di tengah gelombang serangan yang diklaim dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran akan stabilitas regional dan proses suksesi kepemimpinan di Teheran.

Konteks Geopolitik dan Prosesi Pemakaman

Kantor berita Fars pada Selasa, 3 Maret 2026, mengonfirmasi rencana pemakaman Ayatollah Khamenei di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran dan tempat kelahirannya. Beliau akan dikebumikan di kompleks makam Imam Reza, berdampingan dengan mendiang ayahnya. Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran ini terjadi setelah serangkaian serangan yang diklaim dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui saluran Telegram resminya mengumumkan akan menyelenggarakan upacara perpisahan besar di ibu kota Teheran. Namun, otoritas Iran belum merilis tanggal pasti pelaksanaan pemakaman, mengindikasikan adanya pertimbangan keamanan yang mendalam pasca-insiden tersebut.

Dinamika Suksesi dan Ancaman Keamanan Internal

Pasca-gugurnya Ayatollah Khamenei, kendali pemerintahan Iran sementara waktu diserahkan kepada dewan interim yang beranggotakan tiga pejabat kunci: Presiden Iran, Kepala Yudisial, dan seorang ahli hukum dari Dewan Garda. Dewan ini bertugas memastikan kelangsungan administrasi negara hingga Majelis Ahli, yang beranggotakan 88 ulama, dapat memilih pengganti tetap.

Proses pemilihan pemimpin baru diperkirakan akan menghadapi hambatan signifikan. Kantor berita Fars, mengutip seorang pejabat yang mengetahui proses tersebut, melaporkan kemungkinan penundaan pertemuan final Majelis Ahli. “Untuk alasan keamanan, pertemuan terakhir majelis dapat ditunda hingga setelah pemakaman Khamenei,” demikian laporan Fars.

Kekhawatiran keamanan ini didasari oleh laporan media lokal mengenai serangan terhadap gedung Majelis Ahli. Pada Selasa, 2 Maret 2026, gedung yang menampung anggota Majelis Ahli di kota suci Qom, selatan Teheran, dilaporkan dihantam serangan AS-Israel. Sehari sebelumnya, markas besar lembaga tersebut di ibu kota juga menjadi sasaran serangan udara, menyoroti kerentanan infrastruktur politik Iran di tengah eskalasi regional.

Analisis mengenai dinamika suksesi dan insiden keamanan ini didasarkan pada laporan dari kantor berita Fars dan pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dirilis melalui saluran komunikasi mereka, serta laporan media lokal yang diverifikasi pada Rabu, 4 Maret 2026.