Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dilaporkan tewas pada 28 Februari 2026 setelah serangan besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel. Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam dinamika geopolitik Timur Tengah, berpotensi memicu ketidakpastian substansial terkait suksesi kepemimpinan Iran, arah kebijakan luar negeri, serta masa depan ‘Poros Perlawanan’ yang ia bangun.
Khamenei, yang menjabat sejak 1989, secara konsisten mengadvokasi penghancuran Negara Israel dan mendukung pembebasan Palestina. Di bawah kepemimpinannya, Iran membentuk aliansi strategis dengan pasukan proksi di Lebanon, Irak, Suriah, Yaman, dan wilayah Palestina, yang secara kolektif dikenal sebagai ‘Poros Perlawanan’. Poros ini menghadapi tekanan berat pasca-serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu respons militer Israel tidak hanya di Gaza tetapi juga terhadap target-target terkait di seluruh kawasan.
Latar Belakang Ideologi dan Konsolidasi Kekuasaan
Lahir pada 1939 di Mashhad, Khamenei mengambil alih gelar Pemimpin Tertinggi pada 1989 setelah kematian Ayatollah Khomeini. Selama lebih dari tiga dekade, ia memegang kewenangan akhir dalam semua urusan negara, mengkonsolidasikan kekuasaannya sebagai kepala negara seumur hidup. Ia dikenal karena pandangan ideologisnya yang kuat, termasuk keyakinan bahwa Tuhan berbicara melalui dirinya, sebuah klaim yang ia sampaikan pada akhir 2023.
Khamenei selamat dari upaya pembunuhan pada 1981 yang melumpuhkan tangan kanannya, sebuah peristiwa yang semakin memperkuat citranya sebagai figur yang tangguh. Ia menjabat sebagai presiden dari 1981 hingga 1989, periode yang mencakup Perang Irak-Iran (1980-1987), yang membentuk banyak kebijakan pertahanan dan luar negeri Iran selanjutnya.
Pilar Kekuasaan: Korps Garda Revolusi Iran (IRGC)
Basis dukungan utama Khamenei adalah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), sebuah organisasi paramiliter yang dibentuk pada 1979. Di bawah pengawasannya, IRGC berkembang menjadi kekuatan militer dominan dengan angkatan darat, laut, udara, sayap intelijen, dan unit khusus untuk misi luar negeri. IRGC juga mengendalikan sebagian besar industri strategis Iran, termasuk sektor minyak dan gas melalui kelompok konstruksi Khatam al-Anbiya, menjadikannya ‘negara dalam negara’ yang memungkinkan Pemimpin Tertinggi menerapkan kehendaknya melampaui presiden dan parlemen.
Kebijakan Luar Negeri dan Program Nuklir Kontroversial
Sepanjang kepemimpinannya, Khamenei memposisikan Amerika Serikat sebagai ‘musuh utama bangsa’. Di bawah arahannya, Iran mengembangkan program nuklir dan rudal yang kontroversial. Meskipun ia mengeluarkan fatwa yang melarang produksi dan penggunaan senjata nuklir, komunitas internasional tetap skeptis. Negosiasi untuk membatasi program nuklir Iran hanya diizinkan setelah Iran dinilai telah mengakumulasi pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk dapat meningkatkan kembali program tersebut kapan saja.
Sikap tak kompromi Khamenei mengakibatkan isolasi internasional dan sanksi ekonomi yang ketat terhadap Iran. Secara domestik, pemerintahannya ditandai dengan represi brutal terhadap demonstrasi yang menuntut kebebasan politik dan sosial, serta penanganan krisis ekonomi dan sosial yang memburuk. Represi terhadap perempuan juga mencapai skala baru, sementara emigrasi talenta muda dan akademisi mencapai rekor tertinggi.
Dampak Strategis Kematian Khamenei
Kematian Ayatollah Khamenei pada 28 Februari 2026 menciptakan kekosongan kekuasaan yang signifikan di Iran. Proses suksesi akan menjadi krusial dalam menentukan arah kebijakan Iran di masa depan, terutama terkait program nuklir, dukungan terhadap proksi regional, dan hubungan dengan kekuatan Barat. Analis geopolitik memprediksi potensi pergeseran dalam dinamika ‘Poros Perlawanan’ dan peningkatan ketidakpastian di seluruh Timur Tengah, mengingat peran sentral Khamenei dalam membentuk arsitektur keamanan regional Iran.
Analisis mengenai serangan dan dampaknya didasarkan pada laporan intelijen publik dan pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Israel yang dirilis pada awal Maret 2026.