Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan sebagian wilayah Selat Hormuz pada Rabu (18/2/2026) menyusul dimulainya latihan angkatan laut gabungan bertajuk “Maritime Security Belt-2026”. Operasi militer ini melibatkan kekuatan armada dari Rusia dan China, yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi keamanan maritim di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Dinamika Kekuatan Multipolar di Perairan Strategis
Ajudan Presiden Rusia, Nikolai Patrushev, menegaskan bahwa partisipasi Moskow dalam latihan ini merupakan langkah konkret dalam membangun tatanan dunia multipolar di wilayah lautan. Menurut Patrushev, langkah ini diambil sebagai respons terhadap upaya hegemoni Barat yang dinilai mendominasi jalur-jalur perairan internasional.
Latihan “Maritime Security Belt-2026” dijadwalkan berlangsung di Samudra Hindia bagian utara dan Selat Hormuz. Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, latihan edisi kedelapan ini melibatkan berbagai unit tempur, antara lain:
- Angkatan Laut Republik Islam Iran (Artesh)
- Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
- Gugus tugas kapal perang Angkatan Laut Rusia
- Satuan tugas maritim Angkatan Laut China (PLAN)
Penutupan Jalur Navigasi dan Kesiapsiagaan IRGC
Otoritas Teheran menyatakan bahwa penutupan sebagian Selat Hormuz bersifat sementara dan dilakukan demi menjamin keselamatan navigasi internasional selama manuver militer berlangsung. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memulai rangkaian latihan internal sejak Senin (16/2/2026) untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan di kawasan Teluk.
Meskipun durasi total penutupan belum dirinci secara mendetail, langkah ini dipandang sebagai sinyal kedaulatan teritorial yang kuat. Fokus operasional dalam latihan gabungan ini mencakup beberapa aspek teknis pertahanan maritim, seperti:
- Operasi anti-pembajakan kapal dagang.
- Penanggulangan terorisme maritim di jalur logistik.
- Misi pencarian dan penyelamatan (SAR) lintas negara.
- Latihan taktis intersepsi ancaman udara dan permukaan.
Eskalasi Ketegangan dengan Amerika Serikat
Peningkatan aktivitas militer oleh poros Teheran-Moskow-Beijing ini terjadi di tengah meningkatnya tensi regional setelah Amerika Serikat mengerahkan kekuatan angkatan laut besar-besaran ke wilayah Teluk. Kehadiran armada AS di dekat perairan Iran memicu kekhawatiran akan terjadinya gesekan yang tidak disengaja di jalur sempit tersebut.
Analisis mengenai pergerakan militer dan penutupan jalur pelayaran ini didasarkan pada pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Iran dan laporan ajudan kepresidenan Rusia yang dirilis pada Februari 2026.