Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan sementara sebagian wilayah Selat Hormuz guna memfasilitasi latihan militer bertajuk Smart Control of the Strait of Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan internasional terhadap jalur maritim paling krusial bagi pasokan energi global tersebut.
Detail Operasional dan Uji Coba Rudal
Latihan militer yang berlangsung pada Selasa (17/2/2026) ini melibatkan unit-unit dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, Iran melakukan uji coba peluncuran rudal dari pangkalan darat di sepanjang garis pantai utara. Proyektil tersebut dilaporkan berhasil mengenai target yang ditentukan di dalam area latihan di Selat Hormuz.
Otoritas maritim Iran telah mengeluarkan peringatan navigasi melalui frekuensi radio kepada seluruh kapal komersial di kawasan. Peringatan tersebut mencakup adanya aktivitas tembakan permukaan langsung (live-fire exercise) yang berisiko bagi keselamatan pelayaran di koridor sempit tersebut.
Respon Komando Pusat Amerika Serikat
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merespons aktivitas tersebut dengan mengeluarkan pernyataan keras mengenai risiko eskalasi. Pentagon menegaskan bahwa perilaku yang dianggap tidak aman dan tidak profesional di dekat aset militer AS atau kapal komersial dapat memicu destabilisasi regional.
CENTCOM menyatakan tidak akan menoleransi manuver provokatif, termasuk pengarahan senjata atau pendekatan jarak dekat yang melanggar protokol keselamatan maritim internasional. Kehadiran armada kelima AS di kawasan tetap disiagakan untuk menjamin kebebasan navigasi.
Status Hukum dan Signifikansi Geopolitik
Secara geografis, Selat Hormuz memiliki lebar hanya 33 kilometer pada titik tersempitnya, yang menempatkan jalur pelayaran utama di bawah yurisdiksi perairan teritorial Iran dan Oman. Namun, status hukumnya diatur secara ketat oleh hukum internasional.
| Aspek Hukum | Ketentuan UNCLOS |
| Hak Lintas | Transit Passage (Hak Lintas Transit) |
| Kedaulatan | 12 mil laut dari garis pantai negara pesisir |
| Navigasi | Kapal militer dan komersial tidak boleh dihambat |
Meskipun Iran memegang kendali strategis atas garis pantai utara dan pulau-pulau kunci, Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) menetapkan bahwa selat ini adalah jalur internasional. Penutupan total secara sepihak dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang dapat mengganggu distribusi 20 juta barel minyak mentah per hari, atau sekitar 20 persen konsumsi global.
Analisis mengenai aktivitas militer dan dinamika keamanan di Selat Hormuz ini disusun berdasarkan data navigasi maritim, citra satelit, serta pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Iran dan Komando Pusat Amerika Serikat yang dirilis hingga 19 Februari 2026.