Internasional

Israel: Netanyahu Dorong Aliansi Regional Baru di Tengah Keraguan atas Sikap AS terhadap Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan inisiatif pembentukan aliansi regional baru yang melibatkan sejumlah negara Arab, Afrika, India, Yunani, Siprus, dan beberapa negara Asia lainnya. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet pada Selasa, 24 Februari 2026, menjelang kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis Israel untuk menanggulangi apa yang disebutnya sebagai ‘poros Syiah garis keras’ dan ‘poros Sunni radikal’ yang sedang berkembang di kawasan.

Inisiatif Aliansi Regional Israel

Menurut laporan Bloomberg, Netanyahu menyatakan bahwa tujuan aliansi ini adalah untuk menciptakan poros negara-negara yang memiliki pandangan serupa terhadap realitas, tantangan, dan tujuan strategis, berbeda dengan poros-poros radikal yang ada. Ia meyakini bahwa kerja sama lintas kawasan ini akan membawa manfaat besar serta menjamin ketahanan dan masa depan Israel. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari negara-negara yang disebut oleh Netanyahu terkait ajakan tersebut, menunjukkan bahwa inisiatif ini masih dalam tahap awal penjajakan diplomatik.

Dinamika Kebijakan AS dan Kekhawatiran Israel

Rencana pembentukan aliansi baru ini muncul di tengah kekhawatiran Israel terhadap sikap Amerika Serikat terkait program nuklir Iran. Washington dan Teheran dijadwalkan bertemu di Jenewa pada Kamis, 26 Februari 2026, dalam sebuah pertemuan yang dipandang AS sebagai peluang untuk mendorong perjanjian nuklir baru. Lingkaran dalam Presiden Trump menunjukkan adanya perbedaan pandangan; beberapa penasihat utama, seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner, berupaya membuka ruang diplomasi yang lebih luas, sementara kelompok lain mendesak opsi serangan militer jika negosiasi tidak menunjukkan kemajuan signifikan.

Ketidakpastian sikap Washington ini memicu kegelisahan serius di Tel Aviv. Sebuah sumber yang bertemu Netanyahu pekan lalu mengungkapkan kepada Channel 12 News Israel adanya kekhawatiran perdana menteri mengenai niat Presiden Trump yang dinilai belum jelas. Israel kini dalam posisi siaga penuh memantau hasil pembicaraan di Jenewa, terutama mengingat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan terbang ke Israel untuk menemui Netanyahu dua hari setelah pertemuan dengan pihak Iran berlangsung, mengindikasikan urgensi koordinasi strategis pasca-negosiasi.

Analisis mengenai inisiatif diplomatik ini didasarkan pada laporan media internasional dan pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel yang dirilis pada 24 Februari 2026.