Presiden Israel Isaac Herzog masih meninjau permohonan pengampunan yang diajukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait kasus korupsi, sebuah proses yang kini diwarnai tekanan diplomatik dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kantor Kepresidenan Israel pada Kamis (12/2/2026) menegaskan bahwa keputusan akan diambil berdasarkan prosedur hukum tanpa pengaruh eksternal, menyusul kritik keras Trump yang menyebut Herzog ‘memalukan’.
Latar Belakang Kasus Korupsi Perdana Menteri Netanyahu
Benjamin Netanyahu menghadapi dakwaan serius dalam dua kasus korupsi yang melibatkan negosiasi untuk pemberitaan media yang menguntungkan. Selain itu, ia dituduh menerima hadiah mewah senilai lebih dari 260.000 dollar AS dari para miliarder sebagai imbalan atas bantuan politik. Netanyahu, yang menjadi perdana menteri pertama Israel yang menjabat sambil menghadapi persidangan, secara konsisten membantah semua tuduhan, mengklaim bahwa proses hukum ini adalah ‘persidangan politik’ yang dimotivasi secara politis.
Intervensi Diplomatik dan Kritik Donald Trump
Mantan Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengintervensi proses hukum Israel dengan mendesak Presiden Herzog untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu. Dalam pidato di parlemen Israel pada Oktober lalu dan kemudian dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis (12/2/2026), Trump mengkritik keras Herzog, menyatakan bahwa ia ‘seharusnya merasa malu pada dirinya sendiri’ karena belum mengabulkan permohonan tersebut. Seruan Trump ini diikuti oleh pengajuan permohonan resmi pengampunan oleh pengacara Netanyahu.
Proses Tinjauan Hukum dan Kedaulatan Keputusan
Kantor Presiden Israel menegaskan bahwa permohonan pengampunan Perdana Menteri Netanyahu sedang dalam tahap peninjauan hukum oleh Kementerian Kehakiman. Proses ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku sebelum Presiden Herzog membuat keputusan. Pernyataan resmi kantor presiden menekankan bahwa keputusan akhir akan diambil ‘sesuai dengan hukum… dan tanpa pengaruh dari tekanan eksternal maupun internal dalam bentuk apa pun,’ secara implisit menanggapi kritik dari Donald Trump.
Analisis mengenai dinamika politik internal Israel dan intervensi eksternal ini didasarkan pada pernyataan resmi Kantor Presiden Israel dan laporan media internasional terkait pidato serta konferensi pers Donald Trump.