Nasional

KAI Commuter Tindak Lanjuti Dugaan Pelecehan Seksual di Kolong Peron Stasiun Kebayoran

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberikan tanggapan terkait video viral yang menunjukkan dugaan aksi pelecehan seksual oleh orang tidak dikenal di kolong peron Stasiun Kebayoran. Peristiwa ini terungkap setelah seorang penumpang wanita merekam keberadaan oknum yang diduga bersembunyi untuk mengambil foto atau video penumpang secara ilegal.

Kronologi Kejadian

Manager Public Relations KCI, Leza Arlan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026). Kejadian bermula saat salah seorang pengguna Commuter Line melihat orang mencurigakan berada di bawah ujung peron 2 Stasiun Kebayoran.

“Kejadian bermula saat salah seorang pengguna Commuter Line melihat orang tidak dikenal saat berada di bawah ujung peron 2 Stasiun Kebayoran yang akan mengambil foto atau video saat pengguna naik dan turun dari kereta,” ungkap Leza saat dikonfirmasi pada Senin (4/5/2026).

Saksi yang mengetahui hal tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada petugas di Stasiun Palmerah. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas stasiun segera berkoordinasi dan melakukan penyisiran di lokasi yang dimaksud.

Hasil Penelusuran dan Rekaman CCTV

Meskipun petugas segera menuju lokasi untuk menyisir area kolong peron, pelaku tidak ditemukan di tempat kejadian. Penelusuran dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan rincian laporan yang diberikan oleh pengguna jasa tersebut.

“Petugas di stasiun melakukan koordinasi dan langsung menuju lokasi untuk menelusuri area tersebut, sesuai dengan laporan dari pengguna. Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut,” lanjut Leza.

Selain pemeriksaan fisik di lapangan, pihak KCI juga melakukan evaluasi melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV di area stasiun. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman pada waktu kejadian, petugas belum menemukan pergerakan orang yang mencurigakan di area tersebut.

Imbauan bagi Pengguna Jasa

KAI Commuter menyampaikan apresiasi atas keberanian pengguna yang memberikan informasi dan laporan kepada petugas. Leza menekankan bahwa peran aktif penumpang sangat penting untuk langkah penanganan awal terhadap potensi gangguan keamanan.

Pihak pengelola memastikan bahwa seluruh petugas akan langsung merespons setiap laporan yang mencurigakan demi menjaga kenyamanan publik. Pengguna diimbau untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan di area stasiun maupun di dalam kereta.

“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespons laporan-laporan yang mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” pungkas Leza.