Montreal, Kanada – Sebuah kelompok aktivis yang menamakan diri “Robins des Ruelles” kembali melancarkan aksi pencurian terorganisir di sebuah toko makanan sehat di Montreal pada Selasa malam, 3 Februari 2026. Insiden ini, yang melibatkan sekitar 60 individu, merupakan bentuk protes terhadap lonjakan inflasi pangan di Kanada, dengan barang curian didistribusikan kepada masyarakat.
Aksi ini menandai eskalasi taktik protes sipil di tengah tekanan ekonomi yang kian meningkat, memicu penyelidikan oleh otoritas kepolisian setempat dan menyoroti tantangan stabilitas sosial-ekonomi di negara tersebut.
Latar Belakang Aksi dan Tuntutan Kelompok
Menurut laporan CNN yang dikutip Kompas.com pada Kamis, 5 Februari 2026, kelompok “Robins des Ruelles” (Robin di Gang-Gang) secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas insiden di toko Rachelle Bery. Para partisipan, beberapa di antaranya mengenakan atribut khas Robin Hood, memasuki toko dan mengambil berbagai produk makanan, obat-obatan, serta sabun tanpa melakukan pembayaran. Barang-barang tersebut kemudian ditempatkan di lemari pendingin komunitas di berbagai lokasi di Montreal.
Aksi serupa juga pernah terjadi pada Desember 2025, ketika kelompok yang sama menyerbu toko kelontong dengan mengenakan kostum Sinterklas dan elf, mencuri makanan dan meninggalkannya sebagai “hadiah” Natal. Kelompok ini menegaskan bahwa tindakan mereka adalah “langkah politik” yang diperlukan untuk melawan inflasi pangan yang “kian menjerat” warga Kanada.
Tekanan Inflasi Pangan
Data menunjukkan bahwa inflasi pangan di Kanada tumbuh 4,7 persen antara November 2024 dan 2025, angka yang dua kali lipat lebih tinggi dari tingkat inflasi umum. Francis, salah satu anggota kelompok, menyatakan, “Ketika memiliki dua pekerjaan pun tidak cukup untuk makan, memiliki tempat tinggal, dan menghidupi keluarga, segala cara menjadi sah.” Pernyataan ini menggarisbawahi tingkat keputusasaan yang melatarbelakangi aksi tersebut.
Dampak dan Respons Otoritas
Kepolisian Montreal, melalui petugas hubungan media Jean-Pierre Brabant, mengonfirmasi bahwa penyelidikan atas insiden pencurian dan vandalisme di toko Rachelle Bery telah dibuka pada Rabu, 4 Februari 2026. Meskipun tidak ada laporan korban luka, belum ada penangkapan yang dilakukan hingga saat ini.
Brabant memperkirakan nilai barang curian mencapai ribuan dolar AS, estimasi yang senada dengan klaim yang diterbitkan oleh “Robins des Ruelles”. Polisi juga menyatakan bahwa barang-barang curian tersebut belum ditemukan. Kasus serupa yang terjadi pada Desember 2025 juga masih dalam proses penyelidikan tanpa adanya tersangka yang diamankan.
Vandalisme Kamera Pengawas
Video aksi yang diunggah oleh organisasi aktivis Les Soulevements du Fleuve di Instagram menunjukkan anggota kelompok menggunakan cat semprot untuk menutupi lensa kamera pengawas (CCTV) baik di dalam maupun di luar toko, menambah dimensi vandalisme pada insiden tersebut.
Analisis Implikasi Sosial-Ekonomi
Aksi “Robins des Ruelles” di Montreal, meskipun bersifat lokal, mencerminkan ketegangan sosial yang lebih luas akibat tekanan ekonomi dan inflasi yang membebani rumah tangga. Fenomena ini dapat dilihat sebagai indikator potensi instabilitas sosial jika isu-isu biaya hidup tidak ditangani secara efektif oleh pemerintah.
Meskipun bukan ancaman militer, aksi protes semacam ini dapat mengikis kepercayaan publik terhadap institusi dan memicu perdebatan mengenai respons kebijakan fiskal dan sosial. Pemerintah Kanada menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan penegakan hukum dengan kebutuhan untuk mengatasi akar masalah ekonomi yang memicu tindakan ekstrem tersebut.
Analisis mengenai insiden ini didasarkan pada laporan media internasional dan pernyataan resmi Kepolisian Montreal yang dirilis pada 4 Februari 2026.