Kepolisian Prancis pada Senin, 16 Februari 2026, melakukan penggeledahan di kantor Institut Dunia Arab, Paris, sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang hasil penipuan pajak berat. Aksi ini secara langsung menyeret nama mantan Menteri Kebudayaan Prancis, Jack Lang, dan putrinya, Caroline Lang, terkait dugaan aliran dana dari jaringan miliarder Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Penyelidikan awal yang dibuka pada 6 Februari 2026 ini menyoroti potensi keterlibatan tokoh politik senior dalam skandal finansial dan kejahatan seksual berskala internasional.
Investigasi Terhadap Jack Lang dan Keterlibatan Finansial
Penggeledahan tersebut menyusul pengunduran diri Jack Lang (86) dari jabatannya sebagai Presiden Institut Dunia Arab pada awal Februari. Keputusan ini diambil tak lama setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terbaru mengenai jaringan Epstein, di mana nama Lang tercatat muncul sebanyak 673 kali dalam korespondensi antara tahun 2012 hingga 2019. Lang, seorang figur politik terkemuka yang pernah menjabat Menteri Kebudayaan Prancis pada periode 1981–1986 dan 1988–1993, serta penggagas festival Fete de la Musique, kini menghadapi sorotan tajam. Penyelidikan juga berfokus pada Prytanee LLC, sebuah perusahaan lepas pantai yang didirikan pada 2016 di Kepulauan Virgin AS, dengan Caroline Lang memiliki 50 persen saham. Perusahaan ini dilaporkan menyimpan dana sebesar 1,4 juta dollar AS, yang diklaim sebagai dukungan bagi seniman muda.
Peran Caroline Lang dan Warisan Epstein
Caroline Lang, seorang produser film, juga telah mengundurkan diri dari posisi kepala Serikat Produksi Independen pada 3 Februari, hanya tiga minggu setelah dilantik. Ia mengakui mengenal Epstein namun menyatakan dirinya “sangat naif” dan membantah menerima keuntungan finansial dari dana tersebut. Keterlibatan Caroline semakin dalam dengan munculnya namanya dalam surat wasiat Epstein yang ditandatangani dua hari sebelum kematiannya pada 2019, menjanjikan uang sebesar 5 juta dollar AS. Caroline Lang menegaskan tidak mengetahui adanya wasiat tersebut dan tidak pernah menerima dana yang dijanjikan. Jack Lang sendiri menyatakan bertemu Epstein melalui sutradara Woody Allen sekitar 15 tahun lalu, mengaku terkejut dengan kejahatan Epstein, dan menyambut penyelidikan sebagai kesempatan untuk membersihkan namanya.
Perluasan Penyelidikan dan Implikasi Diplomatik
Kantor Kejaksaan Paris pada Sabtu, 14 Februari 2026, mengumumkan penunjukan hakim penyelidik khusus untuk meninjau potensi pelanggaran yang melibatkan warga negara Prancis dalam kasus Epstein. Langkah ini juga mencakup peninjauan kembali kasus Jean-Luc Brunel, mantan eksekutif agensi model dan rekan dekat Epstein, yang ditemukan tewas di sel penjara pada Februari 2022. Kasus Brunel, yang sebelumnya ditutup pada 2023 setelah kematiannya, melibatkan dakwaan pemerkosaan anak di bawah umur dan dugaan perdagangan seks, dengan sedikitnya sepuluh perempuan mengajukan tuduhan. Tiga perkara baru juga dirujuk untuk penyelidikan, melibatkan diplomat Prancis Fabrice Aidan, perekrut model Daniel Siad, dan konduktor Frederic Chaslin. Jaksa secara khusus memeriksa dugaan bahwa Aidan memberikan informasi diplomatik, layanan, atau jaringan internasionalnya kepada Epstein, menyusul rujukan dari Kementerian Luar Negeri setelah pengungkapan oleh Mediapart dan Radio France. Siad membantah tuduhan pemerkosaan yang diajukan seorang perempuan Swedia, sementara laporan terhadap Chaslin atas dugaan pelecehan seksual pada 2016 juga sedang diperiksa.
Informasi mengenai penyelidikan ini didasarkan pada laporan media terkemuka dan pernyataan resmi dari Kantor Kejaksaan Paris serta Departemen Kehakiman AS yang dirilis sepanjang Februari 2026.