Internasional

Kontroversi Keluarga Netanyahu: Dampak Pengungkapan Eks Pengawal terhadap Stabilitas Politik Israel

Pengungkapan kontroversial oleh seorang mantan anggota tim keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memicu sorotan terhadap dinamika internal keluarganya, berpotensi memengaruhi persepsi publik dan stabilitas politik di tengah tantangan regional yang kompleks. Laporan yang disiarkan Al-Jazeera, mengutip wawancara di surat kabar Ibrani Maariv, merinci serangkaian insiden yang diklaim Ami Dror, mantan pengawal pada akhir 1990-an, sebagai cerminan ketegangan dan perilaku tidak lazim di lingkungan perdana menteri.

Tuduhan Perilaku Keuangan Tidak Etis

Dror menuduh Netanyahu beberapa kali meninggalkan restoran tanpa menyelesaikan pembayaran. Dalam salah satu insiden, ajudan dilaporkan meyakinkan pihak restoran bahwa pembayaran akan diurus kemudian, namun tidak terealisasi, sehingga anggota tim keamanan menanggung tagihan tersebut. Insiden serupa, menurut Dror, terjadi berulang kali, membentuk pola perilaku yang disaksikan oleh personel yang mendampingi perdana menteri, sebagaimana diwartakan Palestine Chronicles pada Minggu, 8 Februari 2026.

Dinamika Internal dan Konfrontasi Keluarga

Mantan petugas keamanan tersebut juga mengklaim pernah terjadi konfrontasi fisik antara Benjamin Netanyahu dan putranya, Yair Netanyahu, yang memerlukan intervensi petugas keamanan untuk memisahkan keduanya. Pasca insiden tersebut, Yair dilaporkan dipindahkan ke Amerika Serikat. Isu ini sebelumnya telah menjadi bagian dari perdebatan politik di Israel, dengan Yair Netanyahu mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap anggota Knesset Naama Lazimi pada Februari 2025, setelah Lazimi secara terbuka menuduh Yair dikirim ke luar negeri menyusul dugaan penyerangan terhadap ayahnya.

Pengaruh Sara Netanyahu dan Ambisi Politik

Dror lebih lanjut menuding adanya pengaruh signifikan Sara Netanyahu terhadap keputusan politik sang suami. Ia mengeklaim Sara menentang kesepakatan pengakuan bersalah (plea bargain) dalam kasus korupsi yang menjerat Netanyahu, karena kesepakatan tersebut berpotensi mengharuskan perdana menteri melepaskan jabatannya. Selain itu, Dror menyatakan bahwa Sara memiliki keyakinan kuat bahwa putranya, Yair, pada akhirnya akan menggantikan Netanyahu dalam kancah politik, mengindikasikan ambisi keluarga terhadap peran masa depan dalam pemerintahan. Dror juga menggambarkan perilaku Sara yang dikenal di kalangan staf keamanan selama perjalanan resmi, termasuk dugaan pengambilan barang-barang hotel seperti handuk, sebuah insiden yang menurutnya hanya dibicarakan secara internal dan tidak pernah diakui secara terbuka.

Hubungan Keluarga yang Kompleks

Laporan Dror turut memaparkan kompleksitas hubungan keluarga antara Netanyahu dan putrinya, Noa, dari pernikahan pertamanya. Pertemuan antara mereka disebut diatur secara tertutup dengan pengamanan khusus guna menghindari pengetahuan Sara Netanyahu, menyoroti lapisan kerahasiaan dalam dinamika keluarga perdana menteri.

Analisis mengenai dugaan perilaku dan dinamika internal keluarga perdana menteri ini didasarkan pada laporan Al-Jazeera yang mengutip wawancara di surat kabar Ibrani Maariv, serta pemberitaan Palestine Chronicles pada 8 Februari 2026.