Internasional

Krisis Suksesi Kartel Jalisco: Dampak Kematian El Mencho terhadap Stabilitas Keamanan Regional Meksiko

Kematian Nemesio Oseguera, alias El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), pada Senin (23/2/2026) diprediksi akan memicu gelombang kekerasan baru di Meksiko. Insiden ini berpotensi mengeskalasi konflik perebutan wilayah di tengah kondisi internal kartel-kartel besar yang tidak stabil, termasuk rival utama CJNG, Kartel Sinaloa. Situasi ini dikhawatirkan akan memperluas eskalasi konflik antargeng narkoba di berbagai wilayah Meksiko, sebagaimana dilansir CNN pada Senin (23/2/2026).

Krisis Suksesi di Tubuh CJNG

Selama ini, El Mencho memegang kendali absolut atas CJNG, organisasi yang oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) dijuluki sebagai salah satu dari lima organisasi kriminal paling berbahaya di dunia. Oleh karenanya, kematiannya meninggalkan kekosongan signifikan dalam struktur kepemimpinan organisasi kejahatan tersebut.

Pakar keamanan yang berbasis di Mexico City, David Saucedo, menilai bahwa garis suksesi di tubuh Kartel Jalisco kini telah terputus. Anggota keluarga inti El Mencho sebagian besar berada di balik jeruji besi; putranya, Ruben Oseguera, sedang menjalani hukuman di AS setelah diekstradisi pada 2020, sementara istrinya ditangkap di Meksiko pada 2021 atas tuduhan pencucian uang. Dua saudara laki-lakinya juga mendekam di penjara Meksiko.

“Garis suksesi Kartel Jalisco telah hancur,” ujar Saucedo. Menurutnya, saat ini hanya tersisa satu saudara laki-laki dan seorang anak tiri yang kurang berpengaruh di antara komandan kartel lainnya. Saucedo menambahkan bahwa ada empat komandan CJNG yang kemungkinan besar akan memperebutkan takhta kepemimpinan. “Mereka mungkin akan memasuki perang suksesi untuk menentukan kontrol kartel, meskipun transisi melalui negosiasi juga memungkinkan,” papar Saucedo.

Dinamika Persaingan dengan Kartel Sinaloa

Selama bertahun-tahun, CJNG dan Kartel Sinaloa telah bertempur sengit demi menguasai pasar narkoba ilegal di AS, meliputi kokain, heroin, hingga fentanil. Selain narkoba, kedua kelompok ini juga bersaing ketat dalam bisnis penyelundupan migran ilegal ke wilayah utara.

Menurut data dari InSightCrime, persaingan kedua kelompok ini mencakup beberapa negara bagian, terutama di rute-rute strategis. Salah satu titik panas adalah Mexicali, ibu kota Baja California yang berbatasan langsung dengan AS. Sesaat setelah kabar kematian El Mencho beredar, blokade di jalan mulai bermunculan di wilayah tersebut. Selain itu, konflik juga terjadi di negara bagian Chiapas yang berbatasan dengan Guatemala, di mana kedua kartel memperebutkan kendali atas penyelundupan migran.

Ancaman Narco-Terrorism dan Stabilitas Nasional

Kematian El Mencho tidak hanya memicu perang antar-faksi, tetapi juga ancaman langsung terhadap stabilitas negara. Sejumlah analis mengkhawatirkan CJNG atau faksi-faksi pecahannya akan menggunakan taktik terorisme narkoba atau narco-terrorism seperti yang pernah dilakukan Pablo Escobar di Kolombia pada era 1980-an.

Indikasi ke arah sana sudah mulai terlihat. Saucedo menyoroti respons kekerasan dari anggota CJNG baru-baru ini yang meliputi aksi blokade jalan dan pembakaran toko-toko kelontong di berbagai penjuru Meksiko. “Untuk saat ini, tampaknya semua komandan utama CJNG bersatu untuk melancarkan serangan terhadap negara Meksiko,” kata Saucedo. Tujuannya, menurut dia, adalah untuk melumpuhkan aktivitas ekonomi dan menjatuhkan citra pemerintah di mata nasional maupun internasional. Bahkan, skenario perang total melawan negara dianggap sebagai kemungkinan yang nyata, mengingat rekam jejak CJNG yang pernah mencoba membunuh Sekretaris Keamanan Publik Omar Garcia Harfuch beberapa tahun lalu.

Respons Pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat

Di tengah kekacauan ini, pemerintah Meksiko menghadapi dilema strategis. Di satu sisi, pertempuran melawan kartel berisiko memicu balasan yang lebih kejam terhadap aparat keamanan dan warga sipil. Di sisi lain, kematian El Mencho dianggap sebagai peluang untuk terus menekan organisasi kriminal tersebut melalui operasi yang presisi.

Saat ini, pasukan keamanan Meksiko tengah dikerahkan sepenuhnya untuk memulihkan ketertiban setelah anggota CJNG memblokade jalanan dan menyerang properti komersial di beberapa negara bagian. Menanggapi situasi ini, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau memberikan peringatan melalui media sosial X. “Tidak mengejutkan jika orang-orang jahat ini merespons dengan teror. Namun, kita tidak boleh kehilangan keberanian,” tegas Landau.

Analisis mengenai potensi eskalasi konflik ini didasarkan pada laporan media internasional, pernyataan analis keamanan, serta peringatan resmi dari pejabat pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat yang dirilis hingga Selasa, 24 Februari 2026.