Internasional

Meksiko-AS: Operasi Khusus Berujung Tewasnya Gembong Kartel El Mencho, Picu Kekerasan Nasional

Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal luas sebagai El Mencho, pemimpin dan salah satu pendiri Jalisco New Generation Cartel (CJNG), tewas dalam sebuah operasi pasukan khusus Meksiko pada Minggu, 22 Februari 2026. Operasi ini, yang dilaporkan melibatkan dukungan intelijen dari Amerika Serikat, menandai eliminasi salah satu buronan paling dicari di Meksiko dan segera memicu gelombang kekerasan terkoordinasi di berbagai wilayah negara tersebut.

Profil dan Kebangkitan Jalisco New Generation Cartel (CJNG)

El Mencho, 59 tahun, lahir di Aguililla, Michoacan, Meksiko barat, dengan latar belakang pedesaan yang sederhana. Keterlibatannya dalam aktivitas ilegal dimulai sejak usia muda, termasuk penanaman ganja. Pada tahun 1980-an, ia bermigrasi secara ilegal ke Amerika Serikat, di mana ia semakin mendalam terlibat dalam kejahatan narkotika di California. Pada tahun 1994, ia divonis atas distribusi heroin dan menjalani hukuman penjara di AS sebelum dideportasi kembali ke Meksiko pada usia 30 tahun.

Setelah kembali ke Meksiko, El Mencho bergabung dengan Kartel Milenio. Reputasinya sebagai pemimpin yang kejam dan penuh perhitungan berkembang pesat. Ketika Kartel Milenio terpecah, ia bersama Erick Valencia Salazar alias “El 85” mendirikan Jalisco New Generation Cartel (CJNG) sekitar tahun 2007. Di bawah kepemimpinannya, CJNG berekspansi secara agresif, mendiversifikasi bisnis ilegalnya, dan dengan cepat menjadi kekuatan kriminal dominan di Meksiko.

Kapabilitas Militer dan Ancaman Nasional CJNG

CJNG, yang berbasis di negara bagian Jalisco, dikenal karena penggunaan kekerasan ekstrem dan persenjataan bergaya militer. Kelompok ini telah menunjukkan kapabilitas untuk menyerang pasukan keamanan negara, termasuk insiden penembakan jatuh helikopter militer dengan peluncur roket selama operasi penangkapan El Mencho pada tahun 2015. Pada tahun 2020, CJNG melancarkan upaya pembunuhan berani terhadap kepala kepolisian ibu kota di pusat Kota Meksiko, menggunakan granat dan senapan berkekuatan tinggi.

Pakar keamanan Eduardo Guerrero pada tahun 2021 mengidentifikasi CJNG sebagai ancaman keamanan nasional. Guerrero menyatakan, “Mereka memiliki jumlah uang yang sangat besar, senjata generasi terbaru, kelompok paramiliter bergaya militer dan kendaraan … dan mereka merupakan tantangan yang sangat serius bagi pemerintah [Meksiko] – terutama di kota-kota kecil dan menengah di mana satu detasemen berisi 50 operator kartel jelas bisa mengalahkan kepolisian setempat.” Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) menilai CJNG setara kekuatannya dengan Kartel Sinaloa, dengan kehadiran di seluruh 50 negara bagian AS, dan merupakan pemasok utama kokain, fentanyl, serta metamfetamin ke pasar AS.

Dinamika Kekuatan Kartel dan Implikasi Regional

Kebangkitan CJNG tidak terlepas dari melemahnya Kartel Sinaloa setelah ekstradisi pemimpinnya, Joaquín “El Chapo” Guzman, ke Amerika Serikat. Pertikaian internal antara Ismael “El Mayo” Zambada dan putra-putra El Chapo semakin meruntuhkan kekuatan Sinaloa, menciptakan kekosongan yang dengan cepat diisi oleh CJNG, terutama dalam perdagangan fentanyl. Kematian El Mencho kini berpotensi mengubah kembali dinamika kekuatan di antara kartel-kartel besar Meksiko.

Implikasi Operasi Lintas Batas dan Stabilitas Politik

Kematian El Mencho dipuji sebagai kemenangan signifikan bagi Meksiko dan Amerika Serikat, mencerminkan kerja sama intelijen lintas batas yang erat. Bagi pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum, eliminasi buronan utama ini dapat diproyeksikan sebagai keberhasilan besar dalam penegakan hukum dan keamanan nasional. Di Washington, langkah ini juga akan digaungkan sebagai kemajuan dalam isu perdagangan fentanyl, yang menjadi prioritas utama Presiden Donald Trump.

Keterlibatan intelijen AS dalam operasi ini juga menunjukkan kesediaan pemerintahan Sheinbaum untuk bekerja sama dengan Washington demi tujuan bersama. Hal ini diharapkan dapat meredam wacana aksi militer sepihak AS di wilayah Meksiko—termasuk serangan drone atau pengerahan pasukan darat—yang secara terbuka didorong oleh sejumlah politisi Partai Republik dan kalangan pemerintahan Trump.

Respon Lapangan dan Tantangan Stabilitas

Dampak langsung kematian El Mencho segera terasa di jalanan. Anggota CJNG bereaksi cepat dengan mendirikan blokade dan memicu kekerasan di sedikitnya delapan negara bagian, mulai dari Guerrero di pesisir Pasifik hingga Tamaulipas di timur laut. Ibu kota Mexico City dan Negara Bagian Meksiko juga turut terdampak. Di Jalisco, pria-pria bersenjata bertopeng membakar toko-toko di Guadalajara, salah satu lokasi penyelenggaraan Piala Dunia FIFA mendatang. Di resor pantai Puerto Vallarta, wisatawan dan warga lokal terpaksa berlindung hingga gelombang kekerasan mereda. Aksi-aksi ini merupakan unjuk loyalitas dan luapan kemarahan atas tewasnya sang pemimpin, sekaligus menunjukkan kapabilitas kartel untuk mengganggu stabilitas publik secara luas.

Analisis mengenai operasi ini dan dinamika kartel didasarkan pada laporan media internasional, pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Meksiko, serta penilaian dari Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) yang dirilis pada periode terkait.