Gelombang kekerasan yang dipicu oleh kematian gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes, alias ‘El Mencho’, pada Senin (23/2/2026) telah menimbulkan kekhawatiran signifikan terhadap stabilitas keamanan jelang Piala Dunia FIFA 2026 di Meksiko. Insiden ini memicu bentrokan yang menewaskan lebih dari 70 orang dan mengancam persiapan 13 pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di negara tersebut.
Meskipun tim nasional Jerman tidak akan bermain di Meksiko pada fase grup, pejabat Berlin telah menyatakan keprihatinan mendalam. Christoph Ploss, Koordinator Industri Maritim dan Pariwisata Jerman, mendesak FIFA untuk berkoordinasi dengan pemerintah Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko guna menjamin keselamatan para penggemar. Kementerian Luar Negeri Jerman juga telah memperbarui imbauan perjalanan, meminta warganya menghindari wilayah terdampak dan tetap berlindung di dalam ruangan.
Latar Belakang Eskalasi Kekerasan
Kematian ‘El Mencho’, pemimpin kartel Jalisco New Generation yang berkuasa, memicu respons cepat dari anggotanya. Mereka memblokir jalan raya, membakar sejumlah kendaraan dan pertokoan di setengah lusin negara bagian. Meskipun tidak ada laporan korban sipil, insiden ini menyoroti kapabilitas kartel untuk mengganggu ketertiban publik secara luas.
Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, merupakan salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menggelar empat pertandingan. Estadio Akron di Guadalajara juga akan menjadi lokasi laga playoff antara Kongo, Jamaika, dan Kaledonia Baru dari 26 hingga 31 Maret 2026.
Implikasi Keamanan Piala Dunia 2026
Secara total, FIFA menjadwalkan 13 pertandingan Piala Dunia di Meksiko, termasuk laga pembuka yang prestisius di ibu kota pada 11 Juni 2026. Mayoritas dari 104 pertandingan akan berlangsung di AS (78 pertandingan), sementara Kanada menjadi tuan rumah 13 pertandingan lainnya. Gelombang kekerasan ini telah memicu kekhawatiran di kalangan pemerintah asing terkait pengiriman tim dan pendukung mereka ke Meksiko, sekaligus menimbulkan dampak negatif pada sektor bisnis lokal.
Maria Dolores Aguirre, pemilik toko kelontong di Kota Tapalpa, Jalisco, mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak terhadap pariwisata. Ia menekankan perlunya kehadiran pengamanan yang kuat dari pemerintah untuk memulihkan kepercayaan publik dan wisatawan.
Respons FIFA dan Otoritas Lokal
Kekerasan yang terjadi telah berdampak langsung pada dunia sepak bola domestik, dengan empat pertandingan liga putra dan putri dibatalkan pada Minggu (22/2/2026). Namun, turnamen tenis putri Merida Open di bagian timur negara itu dilaporkan berjalan sesuai rencana, dengan peningkatan kehadiran polisi di sekitar lokasi acara.
FIFA Meksiko menyatakan memantau situasi di Jalisco dengan ketat dan terus berkomunikasi dengan otoritas terkait. Seorang juru bicara FIFA kepada Reuters menegaskan, “Kami akan mengikuti langkah dan arahan dari berbagai lembaga pemerintah yang bertujuan menjaga keamanan publik dan memulihkan keadaan normal, serta menegaskan kembali kerja sama kami dengan otoritas federal, negara bagian, dan lokal.” Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) melalui direktur pelaksananya, Andreas Rettig, juga menyatakan harapan agar situasi mereda dan tidak meningkat.
Analisis mengenai dinamika keamanan ini didasarkan pada laporan media internasional, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Jerman, serta komunikasi dari FIFA dan otoritas lokal Meksiko yang dirilis hingga Kamis, 26 Februari 2026.