Presiden Tiongkok Xi Jinping baru saja memberikan pernyataan publik yang sangat langka mengenai pembersihan besar-besaran di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Dalam sebuah pidato virtual menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Xi mengakui bahwa militer Tiongkok telah melewati masa “penempaan revolusioner” melalui pemberantasan korupsi yang agresif.
Langkah ini mengejutkan pengamat internasional karena melibatkan Jenderal Zhang Youxia, sosok yang selama ini dianggap sebagai sekutu militer paling setia bagi Xi. Fenomena ini memicu spekulasi luas mengenai stabilitas internal Beijing dan kesiapan tempur militer terkuat di Asia tersebut.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai dinamika di balik pembersihan militer Tiongkok yang perlu Anda ketahui.
1. Kejatuhan Jenderal Zhang Youxia: Sang Sekutu Terdekat
Jenderal Zhang Youxia bukan sekadar perwira biasa. Sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) yang berusia 75 tahun, ia adalah orang nomor dua di bawah Xi dalam hierarki militer. Namun, pada Januari 2026, Zhang dicopot dengan tuduhan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum”—sebuah istilah yang lazim digunakan Beijing untuk merujuk pada kasus korupsi.
Pencopotan Zhang sangat signifikan karena ia adalah salah satu dari sedikit jenderal yang memiliki pengalaman tempur nyata dari Perang Sino-Vietnam tahun 1979. Hilangnya sosok veteran ini meninggalkan lubang besar dalam kepemimpinan operasional PLA.
2. Decimasi Komisi Militer Pusat (CMC)
Pembersihan kali ini tidak berhenti pada satu nama. General Liu Zhenli juga dilaporkan dicopot dari jabatannya bersamaan dengan Zhang. Dampaknya sangat drastis bagi struktur kekuasaan tertinggi Tiongkok:
- Penyusutan Anggota: Dari tujuh anggota asli CMC, kini hanya tersisa dua orang, di mana salah satunya adalah Xi Jinping sendiri.
- Efek Domino: Langkah ini menyusul pembersihan sembilan jenderal bintang empat lainnya pada Oktober 2025.
- Statistik Mengejutkan: Dalam tiga tahun terakhir, total 14 jenderal berpangkat penuh telah diberhentikan atau diselidiki.
3. Istilah “Penempaan Revolusioner” dan “Rektifikasi Politik”
Dalam pidatonya, Xi Jinping menggunakan bahasa yang sangat spesifik untuk menggambarkan gejolak internal ini. Ia menyebut militer telah menjalani “penempaan revolusioner” dan “rektifikasi politik yang mendalam.”
Istilah ini menunjukkan bahwa pembersihan bukan sekadar soal uang atau suap, melainkan upaya sistematis untuk memastikan loyalitas absolut militer terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT). Xi menekankan bahwa tentara harus terbukti “setia kepada Partai” serta “mampu dan dapat diandalkan.”
4. Skala Korupsi vs. Perebutan Kekuasaan
Meskipun narasi resminya adalah pemberantasan korupsi, banyak pakar geopolitik melihat ada motif lain di baliknya. Korupsi di militer Tiongkok sering kali terkait dengan pengadaan senjata dan promosi jabatan. Namun, skala pembersihan yang menyasar ring satu presiden menunjukkan adanya upaya untuk menetralisir potensi faksi-faksi yang berseberangan sebelum kebijakan-kebijakan strategis diambil di masa depan.
5. Dampak Terhadap Kesiapan Tempur PLA
Salah satu risiko terbesar dari pembersihan ini adalah menurunnya moral dan kemampuan militer untuk berperang dalam jangka pendek. Ketika perwira-perwira paling berpengalaman disingkirkan, rantai komando menjadi tidak stabil.
Ketidakpastian ini dapat mempengaruhi ambisi Tiongkok di Laut Cina Selatan maupun selat Taiwan, karena perwira yang tersisa mungkin akan lebih fokus pada “kelangsungan hidup politik” daripada inovasi taktis atau strategi militer.
6. Sinyal Domestik untuk Kader Partai
Menurut Profesor Chong Ja Ian dari National University of Singapore, keterbukaan publik Xi mengenai masalah ini adalah sebuah sinyal. Dengan mengakui adanya “risiko dan tantangan” internal, Xi memberikan peringatan keras kepada seluruh kader partai dan militer: tidak ada yang terlalu besar untuk dijatuhkan jika tidak mengikuti preferensi pemimpin tertinggi.
7. Update Terbaru Militer Tiongkok 2026
Hingga Februari 2026, Beijing belum menunjuk pengganti resmi untuk posisi strategis yang ditinggalkan Zhang Youxia. Hal ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang tidak biasa di puncak kepemimpinan militer, yang kemungkinan besar akan diisi oleh wajah-wajah baru yang lebih muda dan sepenuhnya dibentuk oleh doktrin Xi Jinping.
Tabel Perbandingan: Struktur Kepemimpinan Militer Tiongkok
| Aspek | Kondisi Sebelum 2024 | Kondisi Februari 2026 |
|---|---|---|
| Keanggotaan CMC | 7 Anggota Aktif | Hanya Tersisa 2 Anggota |
| Tokoh Kunci | Zhang Youxia (Wakil Ketua) | Zhang Youxia Dicopot/Diselidiki |
| Fokus Utama | Modernisasi Alutsista | Rektifikasi Politik & Anti-Korupsi |
| Stabilitas | Relatif Stabil | Transisi Kepemimpinan Agresif |
Tips Pro: Memahami Pola Politik Beijing
Untuk memahami politik Tiongkok, jangan hanya melihat siapa yang diangkat, tapi lihatlah siapa yang hilang dari foto resmi kenegaraan. Hilangnya seorang pejabat dari acara publik selama beberapa bulan biasanya merupakan indikator awal bahwa investigasi internal sedang berlangsung.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah pembersihan ini akan melemahkan Tiongkok secara permanen?
Dalam jangka pendek, ya, karena hilangnya keahlian teknis dan kepemimpinan. Namun, dalam jangka panjang, Xi percaya militer yang “bersih” dan setia akan jauh lebih efektif daripada militer yang kuat tapi korup.
Siapa yang akan menggantikan Jenderal Zhang Youxia?
Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi. Kandidat yang muncul kemungkinan besar berasal dari perwira yang memiliki rekam jejak loyalitas politik yang tak tergoyahkan selama kampanye anti-korupsi Xi.
Mengapa Xi Jinping berbicara terbuka sekarang?
Ini adalah upaya untuk meyakinkan publik dan partai bahwa ia tetap memegang kendali penuh di tengah ketidakpastian internal yang diciptakan oleh pembersihan tersebut.
Pembersihan militer 2026 ini membuktikan bahwa bagi Xi Jinping, loyalitas politik tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya. Seiring Tiongkok bergerak maju, wajah PLA akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya—lebih ramping, lebih loyal, dan sepenuhnya berada di bawah kendali satu tangan.