Internasional

Mobilisasi Kekuatan: AS Kerahkan Kapal Induk USS Gerald R. Ford Dekati Iran di Tengah Perundingan Nuklir

Kapal induk bertenaga nuklir terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford (CVN-78), telah meninggalkan pangkalan angkatan laut di Kreta, Yunani, pada Kamis (26/2/2026). Pergerakan strategis ini terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Mediterania dan Timur Tengah, yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Pengerahan kapal induk ini bertepatan dengan dimulainya kembali putaran perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran, yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman di Jenewa.

Pengerahan Strategis di Mediterania Timur

Menurut laporan fotografer AFP, USS Gerald R. Ford bertolak dari pangkalan US Naval Support Activity Souda Bay di Pulau Kreta setelah bersandar sejak Senin. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Athena menolak memberikan komentar mengenai keberadaan kapal induk tersebut, mengarahkan pertanyaan kepada Pentagon di Washington.

Langkah ini secara signifikan meningkatkan proyeksi kekuatan maritim AS di kawasan, menyusul ketegangan yang terus berlanjut terkait ambisi nuklir Teheran. Perundingan di Jenewa berfokus pada upaya untuk meredakan ketegangan seputar program nuklir Iran, yang telah lama menjadi sumber kekhawatiran bagi negara-negara Barat.

Eskalasi Tekanan atas Program Nuklir Iran

Program nuklir Iran telah menjadi titik konflik utama dalam hubungan Teheran dengan negara-negara Barat. Kekhawatiran utama adalah bahwa program tersebut mungkin bertujuan untuk mengembangkan senjata nuklir, sebuah tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memerintahkan serangan terhadap Iran pada tahun lalu dan berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer baru jika tidak menyepakati perjanjian baru yang lebih ketat terkait program nuklirnya.

Proyeksi Kekuatan Maritim Amerika Serikat

Selain USS Gerald R. Ford, Amerika Serikat saat ini menempatkan lebih dari selusin kapal perang di kawasan Timur Tengah. Armada ini mencakup satu kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln, sembilan kapal perusak, serta tiga kapal tempur lainnya.

Keberadaan dua kapal induk AS secara simultan di kawasan Timur Tengah merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan menggarisbawahi komitmen Washington untuk mempertahankan dominasi maritim dan kemampuan proyeksi kekuatan di wilayah tersebut. Kapal induk kelas Ford, yang mampu membawa puluhan pesawat tempur dan diawaki ribuan pelaut, berfungsi sebagai simbol kekuatan militer dan deterrence Amerika Serikat di Timur Tengah.

Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada laporan media independen dan pernyataan tidak langsung dari pejabat pertahanan yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.