Pemerintah Indonesia tengah memproses akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi melalui skema hibah dari Pemerintah Italia guna memperkuat proyeksi kekuatan maritim TNI Angkatan Laut. Langkah strategis ini menandai pergeseran signifikan dalam kapabilitas pertahanan Indonesia, yang kini mulai melirik platform pengangkut pesawat untuk mendukung operasi di wilayah perairan kedaulatan maupun zona ekonomi eksklusif.
Kepala Biro Humas dan Informasi Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa proses negosiasi dan administrasi antar kedua negara saat ini masih berlangsung. Pemerintah Indonesia telah merencanakan alokasi anggaran khusus untuk proses retrofit atau modernisasi teknis agar kapal tersebut dapat beroperasi sesuai dengan doktrin dan kebutuhan spesifik TNI AL.
Kapabilitas Taktis dan Proyeksi Kekuatan Maritim
Giuseppe Garibaldi, yang dibangun oleh galangan kapal Fincantieri, merupakan platform Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) yang memiliki panjang 180,2 meter. Kapal ini dirancang untuk menjalankan berbagai peran strategis, mulai dari peperangan anti-kapal selam (ASW), komando dan kendali (C2), hingga dukungan logistik armada. Berikut adalah rincian kapasitas dek penerbangannya:
- Kapasitas standar hingga 18 helikopter (seperti Agusta Sikorsky SH-3D Sea King atau Agusta Bell AB212).
- Kemampuan operasional untuk 16 pesawat tempur AV-8B Harrier II.
- Konfigurasi campuran antara pesawat VSTOL dan helikopter modern seperti EH101.
- Dek penerbangan dilengkapi dengan ski-jump dengan kemiringan 4 derajat untuk mendukung lepas landas pesawat tempur.
Integrasi Sistem Komando dan Persenjataan
Sebagai mantan kapal utama (flagship) Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi dilengkapi dengan sistem komando IPN 20 dari Selex Sistemi Integrati yang mampu mengintegrasikan data taktis dari berbagai sensor dan jaringan komunikasi satelit. Untuk aspek pertahanan diri, kapal ini membawa spesifikasi persenjataan yang mumpuni:
| Jenis Senjata | Spesifikasi | Jangkauan |
| Meriam Oto Melara | 3 unit kembar 40mm/70mm | 12 km (Permukaan) |
| Rudal Surface-to-Surface | Long-range SSM (Hulu ledak 210 kg) | 120 km |
| Rudal Surface-to-Air | MBDA Albatros (Aspide) | 14 km |
| Torpedo | 2 peluncur ILAS 3 (Honeywell mk46) | Taktis |
Analisis Strategis dan Jangkauan Operasional
Dari sisi mobilitas, penggunaan sistem propulsi Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) memungkinkan kapal ini mencapai kecepatan maksimum 30 knot. Dengan kecepatan ekonomis 20 knot, Giuseppe Garibaldi memiliki jangkauan operasional melebihi 7.000 mil laut, sebuah kapabilitas yang krusial bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan regional yang dinamis.
Analisis mengenai rencana akuisisi dan modernisasi alutsista ini didasarkan pada pernyataan resmi Kementerian Pertahanan RI dan data teknis dari Naval Technology yang dirilis pada Februari 2026.