Muscat – Oman menegaskan kembali pentingnya jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran di tengah eskalasi militer regional. Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad al-Busaidi, menyerukan agar semua pihak segera kembali ke meja perundingan guna mencegah kehancuran yang lebih luas di kawasan.
Melalui akun resmi X miliknya, Al-Busaidi memperingatkan komunitas internasional agar tidak kehilangan harapan akan prospek perdamaian di Timur Tengah. Ia menegaskan, “Pintu diplomasi tetap terbuka. Pembicaraan di Jenewa telah mencapai kemajuan nyata menuju kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat.”
Latar Belakang Upaya Mediasi Oman
Sebelum eskalasi militer yang terjadi akhir pekan lalu, Al-Busaidi mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Washington di Jenewa sebenarnya telah mencapai kemajuan signifikan. Ia menyebut adanya potensi kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan kedua negara tersebut.
Oman secara historis telah menjadi mediator kunci dalam perundingan sensitif antara Iran dan AS, termasuk tiga putaran perundingan nuklir terakhir sebelum pecahnya konflik terbuka. “Saya masih percaya pada kekuatan diplomasi untuk menyelesaikan konflik ini. Semakin cepat pembicaraan dilanjutkan, semakin baik bagi semua orang,” tegas Al-Busaidi.
Eskalasi Militer dan Respon Pihak Bertikai
Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi, yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan Daily Mail, menyatakan bahwa operasi militer di Iran dapat berlangsung selama empat minggu.
“Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu,” kata Trump. Ia menambahkan, “Sekuat apa pun Iran, ini adalah negara yang besar, akan membutuhkan waktu empat minggu atau kurang.”
Sebagai respons, pasukan Iran telah melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone yang menghantam pangkalan militer AS serta target lain di seluruh Timur Tengah. Trump mendesak Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk segera meletakkan senjata, memperingatkan bahwa kelanjutan konflik akan berujung pada “kematian yang pasti” dan “tidak akan menyenangkan.”
Implikasi Strategis dan Seruan Perdamaian
Situasi ini menyoroti kerapuhan stabilitas regional dan urgensi upaya diplomatik. Seruan Oman untuk melanjutkan negosiasi mencerminkan kekhawatiran mendalam akan dampak jangka panjang dari konflik bersenjata skala penuh di Timur Tengah, yang dapat mengganggu jalur logistik global dan memicu krisis kemanusiaan.
Analisis mengenai pergerakan militer dan upaya diplomatik ini didasarkan pada pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Oman dan laporan media internasional yang dirilis pada Senin, 02 Maret 2026.