Teknologi

OpenAI Umumkan Kerja Sama dengan Departemen Pertahanan AS, Picu Boikot Massal Pengguna

Keputusan OpenAI untuk menjalin kemitraan strategis dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) guna mengerahkan model AI mereka di jaringan terklasifikasi pemerintah, telah memicu gelombang protes signifikan dari pengguna di pasar AS. Pengumuman yang disampaikan CEO OpenAI, Sam Altman, pada Sabtu, 28 Februari 2026, segera diikuti oleh seruan “Cancel ChatGPT” dan migrasi massal ke platform AI pesaing, Claude dari Anthropic.

Reaksi publik ini secara langsung tercermin pada performa aplikasi ChatGPT, menandai pergeseran sentimen konsumen yang cepat terhadap etika dan penggunaan AI dalam konteks militer.

Dampak Langsung pada Performa Aplikasi ChatGPT

Lonjakan Uninstall dan Penurunan Unduhan

Data dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower menunjukkan dampak instan dari kontroversi ini. Jumlah uninstall aplikasi ChatGPT di Amerika Serikat melonjak drastis sebesar 295 persen secara harian pada Sabtu, 28 Februari 2026, tak lama setelah pengumuman kerja sama dengan Departemen Pertahanan. Angka ini merupakan peningkatan sekitar 33 kali lipat dari rata-rata tingkat uninstall harian ChatGPT yang hanya sekitar 9 persen dalam 30 hari sebelum pengumuman.

Tidak hanya itu, pertumbuhan unduhan (download) ChatGPT di AS juga mengalami penurunan. Sensor Tower mencatat unduhan chatbot AI yang diklaim memiliki 900 juta pengguna mingguan ini turun 13 persen secara harian pada 28 Februari, dan kembali turun 5 persen pada Minggu, 1 Maret 2026. Padahal, sehari sebelum pengumuman resmi, unduhan ChatGPT sempat tumbuh 14 persen.

Rating Bintang Satu Melonjak Drastis

Gelombang protes pengguna juga tercermin jelas dalam ulasan aplikasi. Jumlah rating bintang satu untuk ChatGPT melonjak 775 persen pada Sabtu, 28 Februari, dan naik lagi 100 persen pada Minggu, 1 Maret. Sebaliknya, rating bintang lima dilaporkan turun 50 persen pada periode yang sama, mengindikasikan ketidakpuasan yang meluas di kalangan basis pengguna.

Kebangkitan Claude: Rival yang Diuntungkan

Claude Rajai App Store AS dan Pasar Global

Di tengah penurunan performa ChatGPT, rival utamanya, Claude yang dikembangkan oleh Anthropic, justru mencatat lonjakan signifikan. Pada Jumat, 27 Februari 2026, unduhan Claude di AS naik 37 persen. Keesokan harinya, Sabtu, unduhan kembali melonjak 51 persen setelah Anthropic secara eksplisit menyatakan tidak akan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS (DoD).

Anthropic menolak kesepakatan tersebut karena kekhawatiran serius mengenai potensi penggunaan AI untuk pengawasan massal domestik dan pengembangan sistem senjata otonom penuh. Menurut data Sensor Tower, sikap ini mendorong Claude menempati posisi nomor satu di App Store AS pada Sabtu dan bertahan hingga awal pekan ini. Firma analitik lain, Appfigures, bahkan mencatat kenaikan unduhan Claude di AS mencapai 88 persen secara harian pada Sabtu, dan untuk pertama kalinya, total unduhan harian Claude melampaui ChatGPT di pasar AS.

Lonjakan ini juga mendorong aplikasi Claude milik Anthropic melesat ke posisi nomor satu di kategori aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store AS pada Sabtu malam waktu setempat, posisi yang sebelumnya lama didominasi ChatGPT. Pada akhir Januari, Claude masih berada di luar 100 besar, dan sepanjang Februari, posisinya sempat berada di sekitar 20 besar. Dalam beberapa hari terakhir, peringkatnya melonjak tajam dari posisi keenam, lalu keempat, hingga akhirnya menempati posisi pertama pada 28 Februari. Claude juga tercatat menjadi aplikasi gratis nomor satu di iPhone di sejumlah negara lain, termasuk Belgia, Kanada, Jerman, Luksemburg, Norwegia, dan Swiss. Juru bicara Anthropic menyebut jumlah pengguna gratis meningkat lebih dari 60 persen sejak Januari, dengan pendaftaran harian memecahkan rekor sepanjang sejarah perusahaan selama sepekan terakhir. Jumlah pelanggan berbayar juga disebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini.

Kronologi Kontroversi dan Perpecahan Industri

Sikap OpenAI dan Kekhawatiran Publik

Kontroversi ini bermula dari unggahan Sam Altman di X pada 28 Februari 2026, yang mengumumkan kesepakatan OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengerahkan model AI di jaringan terklasifikasi milik pemerintah. Altman menyatakan bahwa kerja sama tersebut tetap memegang dua prinsip utama: larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk sistem senjata otonom. “Departemen Perang menyetujui prinsip-prinsip ini, mencerminkannya dalam hukum dan kebijakan, dan kami memasukkannya ke dalam perjanjian kami,” tulis Altman.

Namun, pernyataan tersebut gagal meredam kekhawatiran publik. Sebuah Community Note yang muncul di unggahan Altman menyebut pejabat pemerintah menyatakan model OpenAI dapat digunakan untuk “semua tujuan yang sah secara hukum”. Frasa ini memicu kekhawatiran karena sejumlah undang-undang pasca peristiwa 11 September dinilai memberi ruang interpretasi luas terkait pengumpulan data dan pengawasan.

Posisi Tegas Anthropic dan Reaksi Pemerintah

Di sisi lain, Anthropic, yang dipimpin oleh Dario Amodei (mantan eksekutif OpenAI yang hengkang pada 2021), mengambil posisi yang berbeda. Perusahaan ini menolak kerja sama jika model AI mereka digunakan untuk pengawasan massal domestik atau sistem senjata otonom penuh. Penolakan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Pemerintah memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi Anthropic. Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan meminta agar perusahaan tersebut ditetapkan sebagai risiko rantai pasok terhadap keamanan nasional, yang berarti kontraktor dilarang bekerja sama secara komersial dengan Anthropic, dengan masa transisi enam bulan.

Analisis Dinamika Pasar AI Konsumen

Situasi ini memperuncing perpecahan antara Silicon Valley dan Washington, menyoroti dilema etika yang semakin kompleks dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI. Reaksi cepat dari basis pengguna menunjukkan bahwa isu-isu seperti privasi, pengawasan, dan potensi penggunaan militer AI memiliki bobot signifikan dalam keputusan adopsi teknologi.

Meskipun demikian, ChatGPT masih menjadi pemain terbesar di pasar AI konsumen dengan 900 juta pengguna mingguan (weekly active users). OpenAI juga terus memperluas kemitraan bisnisnya, termasuk kerja sama dengan berbagai perusahaan konsultasi global, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch. Kontroversi ini menjadi studi kasus penting tentang bagaimana sentimen publik dan kebijakan etis dapat secara drastis memengaruhi dinamika pasar teknologi, bahkan bagi pemain dominan sekalipun.