Otoritas Kanada mengidentifikasi seorang remaja berusia 18 tahun sebagai pelaku penembakan massal yang menewaskan delapan orang di Tumbler Ridge, British Columbia, pada Selasa (10/2/2026). Insiden tragis ini mendorong Perdana Menteri Mark Carney untuk membatalkan partisipasinya dalam Konferensi Keamanan Munich, menandakan respons serius pemerintah terhadap krisis keamanan domestik.
Latar Belakang Insiden dan Identifikasi Pelaku
Wakil Komisaris Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP), Dwayne McDonald, mengonfirmasi bahwa Jesse Van Rootselaar, seorang perempuan transgender yang sebelumnya putus sekolah dari SMA setempat, bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pelaku ditemukan tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak yang dilakukan sendiri, dengan senjata api laras panjang dan pistol ditemukan di dekatnya.
McDonald merevisi jumlah korban tewas menjadi delapan orang, termasuk enam di area sekolah: seorang guru perempuan berusia 39 tahun, tiga remaja putri berusia 12 tahun, serta dua remaja putra berusia 12 dan 13 tahun. Dua korban lainnya adalah ibu dan saudara tiri pelaku, yang ditemukan di kediaman keluarga. Motif penembakan masih dalam penyelidikan, namun pelaku diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan mental.
Implikasi Kebijakan Senjata Api dan Respons Nasional
Insiden ini menyoroti kembali debat nasional mengenai regulasi kepemilikan senjata api di Kanada. McDonald mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya memiliki izin kepemilikan senjata api yang telah kedaluwarsa, dan senjata-senjata tersebut sempat disita sebelum kemudian dikembalikan.
Sebagai bentuk duka cita nasional, bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri selama tujuh hari. Perdana Menteri Carney menyatakan bahwa tragedi ini telah “mengejutkan bangsa” dan menegaskan komitmen pemerintah untuk meninjau kebijakan keamanan dan kontrol senjata api.
Pembatalan perjalanan Carney ke Konferensi Keamanan Munich menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam menangani krisis domestik ini, meskipun Kanada dikenal memiliki tingkat penembakan massal yang jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.
Konteks Komparatif dan Dampak Komunitas
Penembakan di sekolah masih merupakan peristiwa langka di Kanada. Tragedi ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, menyusul insiden Nova Scotia pada tahun 2020 yang menewaskan 22 orang dan memicu larangan terhadap banyak jenis senjata serbu.
Tumbler Ridge, sebuah komunitas berpenduduk sekitar 2.400 jiwa di kaki bukit Canadian Rockies, kini menghadapi trauma kolektif. Pendeta George Rowe dari Gereja Tumbler Ridge Fellowship menggambarkan kesulitan komunitas dalam menghadapi insiden di mana hampir setiap orang saling mengenal.
Informasi mengenai insiden ini didasarkan pada pernyataan resmi Wakil Komisaris Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) Dwayne McDonald yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026, serta laporan dari kantor Perdana Menteri Kanada.