Internasional

Pakistan Bombardir Kabul, Bentrokan Militer Afghanistan-Pakistan Eskalasi di Perbatasan Torkham

Bentrokan bersenjata antara pasukan Afghanistan dan Pakistan kembali pecah di wilayah perbatasan Torkham pada Jumat, 27 Februari 2026. Eskalasi ini terjadi setelah kedua belah pihak saling melancarkan serangan selama beberapa hari terakhir, puncaknya dengan bombardir Pakistan terhadap ibu kota Kabul dan beberapa kota lain di Afghanistan pada Jumat dini hari.

Jurnalis AFP melaporkan bahwa setelah sempat mereda, suara tembakan artileri mulai terdengar kembali dari sisi Afghanistan sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Pasukan Afghanistan terlihat bergerak menuju garis depan sebelum otoritas keamanan meminta warga dan media untuk meninggalkan area tersebut, mengindikasikan potensi peningkatan intensitas konflik.

Dampak Kemanusiaan dan Latar Belakang Konflik

Di tengah ketegangan militer, sebuah mortir dilaporkan menghantam Kamp Omari, fasilitas penampungan bagi warga Afghanistan yang baru saja kembali dari Pakistan. Serangan tersebut mengakibatkan kepanikan luar biasa di kalangan pengungsi.

Kepala Informasi Provinsi Nangarhar, Qureshi Badlun, mengonfirmasi adanya korban luka akibat insiden tersebut. “Sayangnya, tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita dilaporkan serius,” ujar Badlun.

Gander Khan (65), salah satu pengungsi di kamp tersebut, memberikan kesaksian mengenai mencekamnya situasi saat serangan terjadi. Dia melihat anak-anak dan lansia berlarian menyelamatkan diri di antara deretan tenda. “Saya melihat darah. Serangan itu melukai dua atau tiga anak-anak, serta dua atau tiga wanita,” tutur Khan kepada AFP. Senada dengan Khan, seorang pengungsi bernama Zarghon (44) menyebutkan bahwa kepanikan membuat banyak orang kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga. “Dua atau tiga anak hilang dalam kepanikan itu. Beberapa orang meninggalkan dokumen mereka dan melarikan diri begitu saja,” ujar Zarghon.

Bentrokan ini merupakan buntut dari serangan ofensif yang diluncurkan pasukan Afghanistan terhadap militer Pakistan pada Kamis, 26 Februari 2026 malam. Taliban, penguasa de facto Afghanistan, menyatakan bahwa serangan tersebut adalah bentuk pembalasan atas serangan udara mematikan yang dilakukan Pakistan beberapa hari sebelumnya. Meskipun perbatasan darat secara umum telah ditutup sejak pertempuran pecah pada Oktober 2025, gerbang perbatasan Torkham tetap dibuka terbatas bagi warga Afghanistan yang ingin pulang dari Pakistan dalam jumlah besar.

Analisis Strategis dan Respon Regional

Eskalasi di Torkham mencerminkan ketegangan geopolitik yang mendalam antara kedua negara, dipicu oleh isu keamanan perbatasan dan dugaan dukungan terhadap kelompok militan. Serangan lintas batas, terutama yang menargetkan ibu kota, berpotensi memicu siklus retribusi yang lebih luas dan mengancam stabilitas regional.

Pemerintah Pakistan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai bombardir Kabul, namun insiden ini kemungkinan akan memicu kecaman internasional dan seruan untuk de-eskalasi. Dinamika ini juga menyoroti kerentanan pengungsi di wilayah perbatasan yang seringkali menjadi korban tidak langsung dari konflik bersenjata.

Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada laporan jurnalis di lapangan dan pernyataan resmi otoritas keamanan Afghanistan yang dirilis pada 27 Februari 2026.