Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke tujuh lokasi di wilayah Afghanistan pada Minggu, 22 Februari 2026, menargetkan kelompok militan di sepanjang perbatasan kedua negara. Operasi militer ini, yang disebut sebagai yang terluas sejak bentrokan perbatasan pada Oktober 2025, memicu kecaman keras dari Kabul dan dilaporkan menewaskan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Islamabad menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap insiden bom bunuh diri dan serangan militan lainnya di wilayah Pakistan baru-baru ini. Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan mengonfirmasi bahwa militer menargetkan kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan sekutunya, serta afiliasi ISIS.
Latar Belakang Eskalasi Konflik
Hubungan antara Afghanistan dan Pakistan telah memburuk secara signifikan sejak otoritas Taliban kembali berkuasa di Kabul pada tahun 2021. Islamabad berulang kali mendesak Pemerintah Afghanistan untuk bertindak tegas terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk melancarkan serangan ke Pakistan. Namun, tuduhan ini secara konsisten dibantah oleh Kabul.
Bentrokan perbatasan pada Oktober 2025 menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi dan melukai ratusan lainnya, yang kemudian diakhiri dengan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar dan Turkiye. Namun, putaran pembicaraan lanjutan di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang, mengindikasikan rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut.
Detail Operasi dan Klaim Korban
Pemerintah Afghanistan melaporkan bahwa serangan udara Pakistan menghantam Provinsi Nangarhar dan Paktika. Juru bicara Pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menuding langkah Pakistan sebagai upaya untuk menutupi persoalan keamanan internal di negara tersebut. “Para jenderal Pakistan mencoba menutupi kelemahan keamanan negara mereka melalui kejahatan semacam itu,” tulis Mujahid di platform X.
Jurnalis AFP di distrik Bihsud, Nangarhar, menyaksikan warga menggunakan buldoser untuk mencari korban di bawah reruntuhan bangunan yang terdampak serangan. Sebuah sumber keamanan Afghanistan, yang berbicara dengan syarat anonim, menginformasikan kepada AFP bahwa 12 anak dan remaja termasuk di antara 17 orang yang tewas ketika sebuah rumah menjadi sasaran di Bihsud.
Dinamika Regional dan Implikasi Strategis
Serangan ini terjadi setelah ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid dua pekan sebelumnya yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 160 orang, diklaim oleh kelompok ISIS. Insiden tersebut merupakan serangan paling mematikan di Islamabad sejak tahun 2008. Pakistan menegaskan bahwa serangan udara ini adalah respons langsung terhadap ancaman keamanan yang terus-menerus dari kelompok militan yang beroperasi lintas batas.
Eskalasi militer ini menyoroti tantangan kompleks dalam menjaga kedaulatan teritorial dan stabilitas regional di Asia Selatan. Kegagalan diplomasi dan peningkatan aksi militer berpotensi memperdalam ketegangan antara kedua negara bertetangga, dengan implikasi signifikan terhadap keamanan regional dan upaya kontraterorisme.
Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada pernyataan resmi Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan, laporan dari juru bicara Pemerintah Afghanistan, serta verifikasi lapangan oleh jurnalis AFP dan sumber keamanan yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026.