Internasional

Pangeran Andrew: Korespondensi Epstein Ungkap Upaya Perkenalan dengan Putra Mahkota UEA di Tengah Kunjungan Kenegaraan

WASHINGTON DC – Serangkaian email yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Kamis, 12 Februari 2026, mengungkap upaya Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor untuk memperkenalkan Jeffrey Epstein kepada Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) dari Uni Emirat Arab (UEA). Korespondensi ini terjadi pada tahun 2010, saat Pangeran Andrew mendampingi Ratu Elizabeth II dalam lawatan resmi ke UEA, menyoroti potensi implikasi etika dan diplomatik dari jaringan individu berpengaruh.

Latar Belakang Korespondensi Rahasia

Email tertanggal 24 November 2010, yang dikirim dari akun yang diidentifikasi sebagai “The Duke” kepada Epstein, memiliki subjek “Abdullah,” merujuk pada Menteri Luar Negeri UEA saat itu, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Dalam pesan tersebut, Pangeran Andrew menulis, “Anda sedang berada di momen besar. Dia menganggap Anda hebat dan ingin memperkenalkan Anda kepada Sheikh Mohammed, Putra Mahkota.” Ia menambahkan bahwa perkenalan tersebut kemungkinan tidak dapat terealisasi sebelum akhir tahun, namun akan dibahas lebih lanjut.

Tanggal email ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Pangeran Andrew ke UEA bersama Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Pada periode tersebut, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menjabat sebagai Putra Mahkota Abu Dhabi. Ia kemudian naik takhta sebagai penguasa Abu Dhabi dan Presiden UEA pada tahun 2022.

Dinamika Jaringan dan Rekomendasi Epstein

Epstein merespons email tersebut dengan nada santai, bahkan mengusulkan rencana liburan bersama. Dalam balasan, ia menulis, “Tanyakan kepada Abdullah tanggal kapan kita semua bisa pergi berlibur.” Korespondensi terpisah lainnya menunjukkan bahwa Epstein mengklaim telah bertemu Sheikh Abdullah dan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, penguasa Dubai, beberapa pekan sebelumnya, tepatnya pada 7 November 2010.

Email ketiga mengindikasikan Epstein memberikan arahan kepada Pangeran Andrew mengenai cara memperkenalkan dirinya kepada Sheikh Abdullah. Epstein menyarankan agar Pangeran Andrew menyoroti sejumlah kualitas dirinya, termasuk “kepercayaan,” “keahlian finansial,” “pendana sains ekstrem,” dan “menyenangkan.” Departemen Kehakiman AS, yang merilis dokumen-dokumen ini, menegaskan bahwa email tersebut tidak menyiratkan adanya kesalahan oleh para pejabat UEA yang disebut.

Implikasi Etika dan Peran Utusan Perdagangan

Seluruh korespondensi ini tampaknya terjadi ketika Pangeran Andrew menjabat sebagai perwakilan khusus Inggris untuk perdagangan dan investasi, sebuah posisi yang diembannya dari tahun 2001 hingga 2011. Dalam rangkaian email terpisah, Pangeran Andrew juga terlihat mendiskusikan dengan Epstein cara mengakali pembatasan investasi pribadi selama ia menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Pangeran Andrew merasa dilarang melakukan investasi bisnis pribadi atau duduk di dewan perusahaan selama memegang jabatan tersebut. Namun, ia tetap membahas kemungkinan celah aturan dengan Epstein. Dalam sebuah email pada Mei 2010, saat Epstein menjalani tahanan rumah setelah mengaku bersalah atas kasus meminta jasa prostitusi dari anak di bawah umur, Pangeran Andrew menyinggung percakapan telepon sebelumnya tentang peluang investasi dan pembatasannya. Ia menulis, “Selama saya mendelegasikan tanggung jawab investasi maka tidak ada masalah,” menambahkan, “Jadi perwalian (trust) memiliki tanggung jawab yang didelegasikan, begitu juga bank atau kendaraan investasi apa pun, atau individu tepercaya.”

Meskipun terdapat banyak bukti kedekatan, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan kesalahan apa pun terkait kejahatan yang dilakukan Epstein.

Analisis mengenai korespondensi ini didasarkan pada dokumen email yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Kamis, 12 Februari 2026, sebagai bagian dari penyelidikan publik terkait Jeffrey Epstein.