Internasional

Pemerintah AS Hadapi Kontroversi Skema Penggalangan Dana Berbasis Akses untuk Perayaan Kemerdekaan ke-250

Perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun 2026 mendatang kini diwarnai polemik serius terkait skema penggalangan dana. Sebuah inisiatif kemitraan publik-swasta bernama Freedom 250 dilaporkan menawarkan akses eksklusif untuk bertemu langsung dengan Presiden Donald Trump bagi para donatur dengan kontribusi finansial signifikan. Praktik ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai potensi pencampuran agenda kenegaraan dengan kepentingan politik dan komersial, serta integritas tata kelola di tingkat tertinggi pemerintahan.

Skema Penggalangan Dana dan Akses Eksklusif

Freedom 250, yang bertugas membantu pelaksanaan rangkaian acara nasional, telah mulai mengumpulkan dana melalui berbagai tingkatan sponsor. Dokumen internal yang dikutip oleh The New York Times merinci lima level kontribusi dengan imbalan yang bervariasi. Donatur minimal 1 juta dollar AS (sekitar Rp 16 miliar) dalam kategori “Patriot Sponsor” dijanjikan “undangan ke resepsi ucapan terima kasih privat Freedom 250 yang dipandu oleh Presiden Donald J. Trump, lengkap dengan kesempatan foto bersejarah.”

Untuk level di bawahnya, yakni donasi 500.000 hingga 999.999 dollar AS (sekitar Rp 8,4–16,8 miliar), akses langsung bertemu Presiden Trump tidak tersedia. Namun, paket ini tetap menawarkan “akses VIP, undangan, dan tempat duduk prioritas di semua acara Freedom 250.” Kontribusi yang lebih besar lagi membuka peluang untuk tampil di panggung utama perayaan. Donatur 2,5 juta dollar AS (sekitar Rp 42 miliar) atau lebih dapat memperoleh “peran berbicara VIP” dalam perayaan 4 Juli. Sementara itu, paket tertinggi dipatok pada angka 10 juta dollar AS (sekitar Rp 168 miliar) atau lebih.

Materi promosi kepada calon sponsor menyatakan, “Dengan menjadi sponsor, perusahaan/organisasi Anda akan memainkan peran penting dalam peringatan nasional — yang menghormati sejarah bangsa kita, mengakui kontribusi warga Amerika dari semua lapisan masyarakat, dan menatap masa depan yang sedang kita bangun untuk generasi berikutnya dan seterusnya.”

Kekhawatiran Konflik Kepentingan dan Integritas Tata Kelola

Sejumlah agenda yang dirancang oleh Freedom 250 dilaporkan selaras dengan gaya politik dan preferensi pribadi Presiden Trump yang menyukai acara berskala besar dan penuh sorotan. Beberapa rencana yang mencuat antara lain pertandingan UFC di halaman Gedung Putih serta balapan IndyCar di jalanan Washington D.C. Selain itu, Presiden Trump juga pernah menyampaikan gagasan membangun “Independence Arch” setinggi 250 kaki, sebuah struktur yang disebut akan lebih dari dua kali tinggi Lincoln Memorial dan menjulang di area sekitar Gedung Putih.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Bonnie Watson Coleman dari New Jersey, yang duduk di komisi bipartisan America250, menyampaikan kekhawatirannya kepada The New York Times. Ia menyatakan, “khawatir uang pembayar pajak yang dialokasikan Kongres untuk perayaan akan diarahkan oleh pemerintahan Trump ke Freedom 250.” Ia juga menilai beberapa agenda Freedom 250 berpotensi menutupi kerja America250 dan lebih menonjolkan figur presiden. “Orang-orang perlu memahami bahwa ada dua jalur yang sedang berjalan di sini,” ujarnya. “Dan salah satu jalur dari upaya itu adalah untuk menampilkan kisah semua orang, dan yang lainnya mencoba memamerkan presiden dan memuaskan egonya.”

Metode penggalangan dana ini dinilai memiliki kemiripan dengan pendekatan yang digunakan Presiden Trump saat mencari donatur untuk proyek ballroom Gedung Putih senilai 400 juta dollar AS (sekitar Rp 6,7 triliun). Kala itu, sejumlah perusahaan besar yang memiliki kontrak atau kepentingan bisnis dengan pemerintah federal, seperti Amazon, Google, dan Microsoft, termasuk di antara penyumbang utama.

Tanggapan Resmi dan Posisi Berbeda

Menanggapi kritik yang muncul, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, mengatakan kepada The New York Times bahwa presiden tengah “memastikan bahwa Amerika mendapatkan pesta ulang tahun spektakuler yang layak didapatkannya.” Di sisi lain, perwakilan Freedom 250 menegaskan kepada surat kabar tersebut bahwa presiden “tidak bisa dibeli oleh siapa pun.”

Sementara itu, ketua America250, Rosie Rios, melihat sisi berbeda. Ia mengatakan kelompoknya menyambut baik keberadaan Freedom 250 karena menyediakan “mekanisme pendanaan yang jelas” dan memberi “rakyat Amerika lebih banyak cara untuk merayakan ulang tahun Amerika yang ke-250.”

Analisis mengenai skema pendanaan ini didasarkan pada laporan investigasi media terkemuka seperti The New York Times dan pernyataan resmi dari Gedung Putih serta perwakilan Freedom 250 dan America250 yang dirilis pada awal Februari 2026.