Internasional

Pengadilan Perancis Hadapi Dilema Identifikasi: DNA Kembar Identik Gagalkan Verifikasi Pelaku Pembunuhan

Persidangan kasus pembunuhan ganda di Perancis menghadapi kendala signifikan setelah dua saudara kembar identik yang menjadi terdakwa memiliki profil DNA yang sama persis. Situasi ini menyulitkan tim penyidik untuk secara definitif menentukan siapa di antara mereka yang bertanggung jawab menarik pelatuk senjata, sebagaimana dilaporkan BBC pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kedua pria berusia 33 tahun tersebut merupakan bagian dari lima terdakwa yang diadili di Bobigny, utara Paris. Mereka didakwa atas kasus pembunuhan ganda serta beberapa percobaan pembunuhan yang terjadi pada tahun 2020.

Kendala Forensik dalam Identifikasi

Pihak kepolisian meyakini kedua kembar terlibat dalam konspirasi pembunuhan tersebut. Namun, jejak DNA yang ditemukan pada senapan serbu yang digunakan dalam baku tembak tidak dapat diidentifikasi secara spesifik milik salah satu dari si kembar.

Ahli forensik menyatakan ketidakmampuan untuk memastikan identitas pemilik DNA karena kemiripan genetik yang absolut. Seorang penyelidik bahkan bersaksi di hadapan pengadilan, “Hanya ibu mereka yang bisa membedakan mereka.” Secara biologis, kembar identik berkembang dari satu sel telur yang terbelah, sehingga mereka berbagi DNA yang identik, menimbulkan tantangan besar bagi penegakan hukum.

Dugaan Modus Operandi dan Bukti Sekunder

Penyidik menduga bahwa si kembar sengaja memanfaatkan kemiripan fisik mereka untuk mengelabui petugas dan menutupi jejak kriminal. Berdasarkan keterangan perwira senior yang dikutip Le Parisien, pasangan kembar ini dilaporkan sering bertukar pakaian, telepon genggam, hingga dokumen identitas secara bergantian.

Mengingat bukti DNA tidak bisa menjadi pembeda yang konklusif, tim penyelidik kini harus bekerja ekstra keras dengan mengandalkan bukti-bukti sekunder. Meskipun berbagai bukti pendukung telah dikumpulkan, pertanyaan krusial mengenai siapa yang melepaskan tembakan dari senjata tersebut masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

Dinamika Persidangan dan Antisipasi Putusan

Kondisi di ruang sidang dilaporkan berlangsung tegang. Pada Selasa, 3 Februari 2026, kedua saudara tersebut bahkan terpaksa dikeluarkan dari ruang sidang oleh petugas karena menolak untuk berdiri saat proses persidangan berlangsung.

Proses persidangan masih terus berlanjut, dan majelis hakim dijadwalkan akan membacakan putusan akhirnya pada akhir Februari mendatang. Kasus ini menyoroti kompleksitas identifikasi forensik dalam menghadapi anomali genetik.

Analisis mengenai kendala identifikasi ini didasarkan pada laporan media internasional dan pernyataan resmi dari pihak kepolisian serta pengadilan Perancis yang dirilis sepanjang proses persidangan.