Unggahan penumpang KRL Commuter Line soal dugaan pelecehan seksual di Stasiun Kebayoran menjadi perhatian warganet. Pemilik akun @andinewst yang memviralkan kejadian itu menyebut ada seorang pria berada di bawah peron dan diduga mengintip penumpang dari celah dekat gerbong perempuan.
Ciri-ciri pria yang disebut berada di bawah peron
Kepada wartawan, pemilik akun @andinewst mengungkap ciri-ciri pria yang diduga melakukan aksi tersebut. “Untuk pelaku dia menggunakan kaos hitam, rambut ikal,” ujar pemilik akun @andinewst kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Ia juga menyebut pria itu mengenakan sandal berwarna hitam. “Postur badannya kurus dan sepertinya tidak terlalu tinggi karena bisa muat dan bergerak di bawah peron yang sempit,” tambahnya.
Kronologi versi penumpang KRL
Dalam unggahannya, @andinewst menceritakan momen saat ia memergoki pria yang diduga merekam diam-diam dari bawah celah peron. “Hari ini, Sabtu 2 Mei sekitar pukul 18.58 saya mengalami pelecehan seksual di Stasiun KRL Kebayoran. saya naik KRL Rangkasbitung dari Jurang Mangu menuju Tanah Abang di gerbong perempuan. Aku berdiri di dekat pintu supaya mudah turun dan merasa lebih aman. Saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, saya sedang melihat HP. Tiba-tiba saya melihat kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron,” ujar pengguna KRL tersebut dilihat Minggu (3/5/2026).
Ia mengatakan sosok itu mengarahkan ponsel dan mengintip dari bawah peron. “Awalnya saya bingung tapi beberapa detik kemudian saya sadar ada seorang laki-laki bersembunyi di bawah peron sambil mengarahkan HP dan mengintip ke bawah rok saya. Posisi saya memang tepat berdiri di depan pintu dan saat itu tidak ada penumpang yang turun. Saya langsung teriak panik dan memanggil perempuan-perempuan di sekitar saya. Mereka ikut melihat dan meneriaki pelaku. Setelah ketahuan, dia langsung mundur dan menjauh,” katanya.
Ia juga menyebut sempat merekam sebagai bukti. “Saya sempat merekam sebagai bukti dan dari video itu terlihat jelas ada badan dan tangan seorang laki-laki di bawah peron. Sayangnya, saya tidak bisa langsung turun atau melapor di Stasiun Palmerah karena pintu kereta sudah keburu tertutup dan kereta langsung berjalan,” tambahnya.
Tanggapan KAI Commuter
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menanggapi laporan tersebut. Leza menyatakan petugas langsung menuju lokasi, tetapi tidak menemukan orang yang mencurigakan di bawah peron Stasiun Kebayoran.
“Salah seorang pengguna yang mengetahui hal tersebut melaporkannya ke petugas di Stasiun Palmerah. Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut,” kata Leza dalam keterangan resminya.
Leza menambahkan, petugas juga menelusuri rekaman CCTV di area stasiun, tetapi tidak terlihat sosok yang dicurigai. KAI Commuter menyampaikan terima kasih atas informasi dari pengguna dan mengimbau masyarakat tidak ragu melapor jika melihat atau mengalami kejadian mencurigakan.
“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespons laporan-laporan yang mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” imbuhnya.