Aparat keamanan Perancis melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak mati seorang pria bersenjata tajam yang mencoba menyerang petugas di monumen Arc de Triomphe, Paris, pada Jumat (13/2). Insiden ini terjadi di tengah upacara seremonial penyalaan kembali api di Makam Prajurit Tak Dikenal (Tomb of the Unknown Soldier), sebuah situs militer dan nasional yang sangat dihormati.
Kronologi Serangan dan Respon Taktis
Pelaku, yang kemudian diidentifikasi sebagai Brahim Bahrir (48), mendekati barisan kehormatan gendarmerie dengan membawa sebilah pisau dan sepasang gunting. Menurut laporan resmi kepolisian, Bahrir sempat melukai seorang petugas dalam barisan tersebut sebelum personel keamanan lainnya bereaksi cepat dengan melepaskan tembakan untuk menetralisir ancaman. Petugas yang terluka dilaporkan mengalami luka sabetan ringan dan segera mendapatkan perawatan medis di lokasi.
Profil Pelaku: Residivis Terorisme Lintas Batas
Kantor jaksa anti-terorisme nasional Perancis mengungkapkan bahwa Bahrir merupakan warga negara Perancis yang memiliki rekam jejak kriminalitas berat terkait radikalisme. Data intelijen menunjukkan pelaku berada dalam daftar pantauan keamanan tingkat tinggi sebelum insiden terjadi.
| Parameter Data | Detail Informasi |
| Identitas Pelaku | Brahim Bahrir (Lahir 1978) |
| Status Keamanan | Daftar Pantauan Radikalisasi (S-File) |
| Riwayat Kriminal | Vonis 17 tahun penjara di Belgia (Terorisme 2012) |
| Status Terakhir | Bebas bersyarat pada Desember 2025 |
Kegagalan Deteksi Dini dan Prosedur Keamanan
Beberapa saat sebelum melancarkan aksinya, Bahrir dilaporkan sempat menghubungi kantor polisi di pinggiran kota Paris untuk menyatakan niatnya melakukan serangan massal. Meskipun operasi pencarian segera diluncurkan oleh otoritas setempat, pelaku berhasil mencapai kawasan Champs-Elysees yang merupakan zona dengan pengamanan ketat saat upacara berlangsung.
Presiden Perancis, Emmanuel Macron, memberikan apresiasi terhadap profesionalisme gendarmerie dalam menangani situasi krisis tersebut. Macron menegaskan bahwa intervensi tegas tersebut berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut dalam apa yang diklasifikasikan sebagai serangan teroris terencana. Saat ini, area monumen masih dalam blokade ketat guna kepentingan investigasi forensik lebih lanjut.
Analisis mengenai insiden keamanan di Paris ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Perancis dan laporan operasional kepolisian yang dirilis pada 14 Februari 2026.