Pemerintah India secara resmi mengoperasikan Fasilitas Pendaratan Darurat (Emergency Landing Facility/ELF) di ruas Jalan Tol Nasional 37 (NH-37) wilayah Moran, Assam. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Narendra Modi yang mendarat di lokasi menggunakan pesawat angkut taktis C-130J Super Hercules. Langkah strategis ini menandai penguatan infrastruktur militer India di wilayah timur laut yang berbatasan langsung dengan wilayah sensitif geopolitik.
Spesifikasi Teknis dan Kapabilitas Operasional
Fasilitas ELF sepanjang 4,2 kilometer ini dirancang sebagai Pangkalan Pendaratan Lanjutan (Advanced Landing Ground/ALG) yang mampu mengakomodasi berbagai jenis pesawat militer dan sipil. Proyek yang dikerjakan oleh National Highways and Infrastructure Development Corporation Ltd (NHIDCL) berkolaborasi dengan Angkatan Udara India (IAF) ini menelan biaya investasi sekitar 100 crore Rupee atau setara Rp185 miliar.
Berdasarkan data teknis, landasan pacu darurat ini memiliki spesifikasi daya dukung beban yang signifikan:
| Jenis Pesawat | Kapasitas Bobot Maksimum |
| Jet Tempur (Rafale, Sukhoi Su-30MKI, Tejas) | 40 Ton |
| Pesawat Angkut Berat (C-17 Globemaster III) | 74 Ton |
Sebelum peresmian, IAF telah melakukan serangkaian uji coba pendaratan menggunakan jet tempur Rafale dan pesawat angkut berat C-17 Globemaster untuk memastikan integritas struktural landasan di atas infrastruktur jalan tol tersebut.
Signifikansi Strategis di Wilayah Perbatasan
Kehadiran ELF di Assam memiliki nilai strategis tinggi dalam konteks pertahanan regional, terutama mengingat lokasinya yang hanya berjarak sekitar 300 kilometer dari Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC) dengan China dan 200 kilometer dari perbatasan Myanmar. Fasilitas ini berfungsi sebagai elemen deterrence dan penyebaran kekuatan udara yang terdispersi.
Pakar militer menilai langkah ini sebagai upaya menutup celah kerentanan infrastruktur yang pernah terekspos pada konflik tahun 1962. Dengan adanya ELF, India memiliki alternatif operasional jika pangkalan udara utama mengalami kerusakan atau kepadatan saat terjadi eskalasi konflik. Saat ini, China dilaporkan telah mengoperasikan sedikitnya tujuh pangkalan udara di sepanjang LAC, yang mendorong India untuk mempercepat modernisasi infrastruktur di wilayah perbatasan.
Ketahanan Nasional dan Mobilisasi Cepat
Selain fungsi tempur, fasilitas ini dirancang untuk mendukung operasi non-militer. Dalam skenario bencana alam atau krisis kemanusiaan, ELF akan menjadi titik krusial bagi misi evakuasi medis dan pengiriman logistik cepat menggunakan helikopter maupun pesawat angkut. Menteri Komunikasi Jyotiraditya Scindia menegaskan bahwa transformasi jalan tol menjadi landasan pacu adalah bukti nyata dari fleksibilitas strategis India.
Pemerintah India dilaporkan telah mengidentifikasi lebih dari 24 lokasi tambahan di seluruh negeri untuk dikembangkan menjadi fasilitas serupa. Analisis mengenai pengembangan infrastruktur militer ini didasarkan pada pernyataan resmi Kementerian Pertahanan India dan laporan teknis NHIDCL yang dirilis pada Februari 2026.