Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan sejumlah pihak, termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), terkait kecelakaan kereta di Bekasi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Pemeriksaan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (4/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya untuk beberapa pihak, sementara pemeriksaan pihak KAI Daop 1 Jakarta dilakukan di lokasi berbeda.
Jadwal pemeriksaan di Polda Metro Jaya dan Manggarai
Budi menyampaikan pemeriksaan terhadap sejumlah instansi dan pihak terkait akan digelar di Polda Metro Jaya pada waktu yang telah ditentukan.
“Pemeriksaan terhadap pihak Taxi Green, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dilaksanakan di Polda Metro Jaya dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Selain itu, ia menuturkan pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari KAI Daop 1 Jakarta dijadwalkan berlangsung di Kantor Daop 1 Manggarai.
“Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari Daops 1 akan dilaksanakan di Kantor Daops 1 Manggarai pada pukul 10.00 WIB,” ujarnya.
Budi menambahkan, kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman dalam penanganan perkara tersebut.
Perkembangan penyidikan dan jumlah saksi
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 31 saksi. Saksi yang diperiksa antara lain masinis kereta serta sopir taksi Green SM berinisial RRP yang terlibat dalam peristiwa itu.
Kasus kecelakaan tersebut telah naik ke tahap penyidikan setelah gelar perkara menemukan unsur pidana.
Kronologi kecelakaan di sekitar Stasiun Bekasi Timur
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam, ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Insiden itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka.
Dalam rangkaian kejadian, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur akibat masalah korsleting. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.
KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel. Di sisi lain, terdapat KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM.
KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur itu kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.