Internasional

Rusia dan China Perkuat Aliansi Strategis di Tengah Ketegangan Nuklir dengan Amerika Serikat

Opsi Judul:

  • Rusia-China: Penguatan Aliansi Strategis di Tengah Berakhirnya New START
  • Dampak Koordinasi Xi-Putin terhadap Inisiatif Board of Peace Donald Trump
  • Xi Jinping dan Putin Sepakati Koordinasi Global dan Tinjau Stabilitas Nuklir

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan tingkat tinggi melalui konferensi video pada Rabu (4/2/2026), guna mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah pergeseran geopolitik global. Pertemuan ini berlangsung secara simultan dengan komunikasi diplomatik antara Beijing dan Washington, menandai babak baru dalam diplomasi segitiga yang melibatkan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Konsolidasi Kemitraan dan Stabilitas Global

Dalam pernyataan resminya, Presiden Putin menegaskan bahwa hubungan bilateral Moskwa-Beijing merupakan faktor penstabil utama di tengah meningkatnya turbulensi internasional. Kemitraan ini mencakup dukungan timbal balik terhadap kedaulatan, keamanan, dan hak masing-masing negara dalam menentukan jalur pembangunan domestik tanpa intervensi eksternal.

  • Kunjungan Kenegaraan: Putin dijadwalkan mengunjungi China sebanyak dua kali pada tahun 2026, termasuk menghadiri KTT APEC di Shenzhen pada November mendatang.
  • Kerja Sama Teknis: Penguatan kolaborasi di sektor energi, teknologi nuklir sipil, riset antariksa, dan industri manufaktur tinggi.
  • Kebijakan Imigrasi: Implementasi kebijakan bebas visa timbal balik untuk memfasilitasi mobilitas warga kedua negara.

Respons Terhadap Inisiatif Board of Peace dan Isu Nuklir

Salah satu poin krusial dalam pembicaraan tersebut adalah evaluasi bersama terhadap inisiatif Board of Peace yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Penasihat kebijakan luar negeri Rusia, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa penilaian kedua pemimpin terhadap kebijakan AS hampir sepenuhnya sejalan, dengan penekanan pada kerja sama yang setara berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB.

Ketidakpastian Perjanjian New START

Putin menyoroti berakhirnya masa berlaku perjanjian pengendalian senjata nuklir New START pada Kamis (5/2/2026). Hingga saat ini, Washington belum memberikan tanggapan resmi terhadap usulan perpanjangan satu tahun yang diajukan Rusia. Moskwa menyatakan akan mengambil langkah seimbang dan bertanggung jawab berdasarkan analisis keamanan menyeluruh, namun tetap membuka ruang dialog untuk stabilitas strategis.

Dinamika Regional: Taiwan, Iran, dan Ukraina

Di sektor regional, Rusia menegaskan kembali dukungannya terhadap Prinsip Satu China terkait isu Taiwan. Sementara itu, Xi Jinping menyatakan dukungannya terhadap proses negosiasi antara Rusia, Ukraina, dan AS yang sedang berlangsung di Abu Dhabi. Kedua pemimpin juga membahas upaya menjaga stabilitas di Iran, Venezuela, dan Kuba sebagai bagian dari tanggung jawab kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan global.

Analisis mengenai koordinasi strategis ini didasarkan pada laporan resmi media pemerintah China CCTV, pernyataan Kremlin melalui Yuri Ushakov, serta keterangan pers Kementerian Luar Negeri China yang dirilis pada awal Februari 2026.