Internasional

Rusia Kerahkan 450 Drone dan 70 Rudal Guna Lumpuhkan Infrastruktur Energi Strategis Ukraina

Federasi Rusia meluncurkan operasi udara skala besar yang melibatkan sedikitnya 450 unit pesawat nirawak (drone) dan 70 rudal jelajah ke berbagai wilayah kedaulatan Ukraina pada Selasa (3/2/2026). Serangan terkoordinasi ini menargetkan titik-titik krusial pada jaringan transmisi listrik dan area pemukiman padat penduduk, menciptakan eskalasi signifikan hanya beberapa jam sebelum dimulainya perundingan diplomatik di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Target Strategis dan Dampak Infrastruktur Energi

Serangan ini secara sistematis menyasar infrastruktur energi guna melumpuhkan pasokan listrik, pemanas, dan air bersih di tengah suhu musim dingin yang ekstrem. Perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, DTEK, mengonfirmasi bahwa fasilitas pembangkit mereka kembali mengalami kerusakan berat. Berdasarkan data operasional, ini merupakan serangan besar kesembilan yang menghantam aset strategis perusahaan tersebut sejak akhir tahun lalu.

  • Ibu Kota Kyiv: Kerusakan pada bangunan residensial, fasilitas pendidikan anak, dan stasiun pengisian bahan bakar.
  • Wilayah Kharkiv: Penetrasi rudal ke zona industri dan logistik di bagian timur laut.
  • Wilayah Odesa: Serangan terhadap infrastruktur pelabuhan dan distribusi energi di selatan.

Dinamika Diplomasi dan Tekanan Pre-emptif

Operasi militer ini berlangsung di tengah upaya mediasi yang dipimpin oleh pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Perundingan di Abu Dhabi dijadwalkan menjadi forum krusial untuk membahas gencatan senjata, namun manuver Rusia ini dinilai sebagai strategi coercive diplomacy untuk memperkuat posisi tawar di meja perundingan.

Moskwa tetap mempertahankan tuntutan atas penguasaan wilayah yang saat ini diduduki secara militer, sementara Kyiv menuntut pemulihan integritas teritorial sepenuhnya. Penggunaan kekuatan udara masif ini mengindikasikan niat Rusia untuk meruntuhkan moral pertahanan Ukraina sebelum kesepakatan politik dicapai.

Respon Pertahanan dan Simbolisme Konflik

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak aliansi Barat untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara (air defense system) guna mengantisipasi gelombang serangan berikutnya. Selain infrastruktur energi, serangan ini juga merusak Aula Kehormatan di Museum Nasional Sejarah Ukraina, sebuah tindakan yang disebut otoritas setempat sebagai upaya penghapusan identitas sejarah bangsa.

Laporan mengenai pergerakan militer dan dampak kerusakan ini disusun berdasarkan data dari Layanan Darurat Negara Ukraina, pernyataan resmi Presiden Zelensky, serta laporan teknis dari DTEK yang dirilis pada awal Februari 2026.

Tinggalkan komentar