Internasional

Rusia Kerahkan 71 Rudal Balistik Iskander ke Kyiv, Zelensky Tinjau Kegagalan Deeskalasi di Abu Dhabi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara resmi mendesak Pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan respons strategis menyusul serangan udara masif Federasi Rusia yang menargetkan infrastruktur vital nasional. Serangan ini dipandang sebagai pengabaian total terhadap inisiatif deeskalasi yang sebelumnya diupayakan oleh Presiden AS Donald Trump dalam komunikasi diplomatiknya dengan Kremlin.

Eskalasi Serangan Udara dan Penggunaan Rudal Balistik

Pada Selasa (3/2/2026), militer Rusia meluncurkan operasi udara skala besar yang melibatkan sedikitnya 450 rudal. Data intelijen pertahanan Ukraina mengonfirmasi penggunaan 71 rudal balistik dalam satu gelombang serangan, di mana 32 unit di antaranya merupakan varian Iskander yang memiliki kapabilitas presisi tinggi dan daya hancur signifikan.

Kategori PersenjataanJumlah Peluncuran
Rudal Jelajah dan Taktis379
Rudal Balistik (Total)71
Spesifikasi Iskander32

Serangan ini secara spesifik menyasar titik-titik distribusi energi dan pembangkit listrik di Kyiv serta beberapa wilayah strategis lainnya. Dampak taktis dari operasi ini menyebabkan lebih dari 1.000 bangunan residensial kehilangan akses pemanas di tengah suhu ekstrem yang mencapai -20 derajat Celcius, menciptakan krisis kemanusiaan di tengah musim dingin.

Dinamika Diplomasi: Klaim Washington vs Realitas Lapangan

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya menyebut bahwa Presiden Vladimir Putin telah memenuhi komitmen untuk tidak menyerang infrastruktur energi selama periode satu minggu. Namun, pihak Kyiv memberikan atribusi ganda dengan memaparkan data serangan drone dan rudal yang tetap berlangsung secara intensif sejak akhir Januari hingga awal Februari.

  • Posisi Washington: Menilai jeda serangan sebagai peluang diplomasi yang berhasil dimanfaatkan untuk membuka jalur dialog.
  • Posisi Kyiv: Menilai Rusia melakukan manipulasi diplomatik dan memanfaatkan waktu untuk reorganisasi serangan yang lebih mematikan.
  • Dampak Teknis: Kerusakan pada jalur kereta api dan fasilitas logistik yang menghambat distribusi bantuan domestik.

Implikasi terhadap Perundingan Abu Dhabi

Eskalasi militer ini berdampak langsung pada rencana pembicaraan tingkat tinggi di Abu Dhabi yang sedianya menjadi forum deeskalasi regional. Penundaan pertemuan hingga pertengahan minggu ini memberikan ruang bagi Rusia untuk memperkuat posisi tawar melalui tekanan militer di lapangan (coercive diplomacy).

Zelensky menegaskan bahwa tanpa reaksi tegas dari sekutu Barat, komitmen perdamaian dari pihak Moskwa tidak dapat dianggap sebagai basis negosiasi yang kredibel. Analisis mengenai pergerakan militer dan dampak kerusakan infrastruktur ini didasarkan pada laporan resmi Kementerian Pertahanan Ukraina dan pernyataan pers Gedung Putih yang dirilis pada awal Februari 2026.