Rilisnya jutaan dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat, 30 Januari 2026, kembali menyoroti Pulau Little St James di Karibia. Pulau pribadi yang pernah menjadi episentrum skandal perdagangan seks global ini kini memasuki fase baru pasca-akuisisi oleh SD Investments, menandai upaya strategis untuk menghapus jejak kelamnya.
Transisi Kepemilikan dan Visi Baru
Pulau Little St James dan Great St James awalnya dipasarkan seharga 125 juta dollar AS pada Maret 2022. Namun, minimnya peminat menyebabkan harga merosot signifikan. Pada Mei 2023, pengusaha keuangan Stephen Deckoff melalui perusahaannya, SD Investments, mengakuisisi kedua pulau tersebut dengan nilai 60 juta dollar AS. Akuisisi ini merepresentasikan diskon substansial dari harga awal.
Deckoff, pendiri Black Diamond Capital Management, telah mengumumkan rencana ambisius untuk merevitalisasi lokasi tersebut menjadi destinasi wisata kelas dunia, dengan tujuan utama menghapus asosiasi negatif dengan Epstein.
Little St James: Episentrum Kontroversi
Berlokasi sekitar dua mil dari pantai St Thomas di Kepulauan Virgin AS, Little St James adalah pulau seluas 72 hektare yang dilengkapi fasilitas mewah, termasuk dermaga pribadi, landasan helikopter, empat vila tamu, dan sistem penyaringan air berkapasitas tinggi. Mantan Jaksa Agung Kepulauan Virgin AS, Denise George, secara eksplisit mengidentifikasi pulau ini sebagai lokasi strategis bagi aktivitas kriminal Epstein.
George menyatakan, “Dia memiliki seluruh pulau, sehingga tidak ada jalur pelarian bagi korban menuju kantor polisi terdekat.” Epstein diduga memanfaatkan privasi ekstrem ini untuk mengangkut gadis di bawah umur menggunakan helikopter langsung dari bandara St Thomas, menghindari pengawasan otoritas.
Dampak Psikologis dan Upaya Pemulihan
Bagi para korban, Little St James bukan representasi surga tropis, melainkan penjara yang terisolasi. Kesaksian seorang korban yang berusia 15 tahun menggambarkan upaya putus asa untuk melarikan diri dengan berenang. Korban lain melaporkan, “Dia menjebak saya di kamar tidurnya di pulau itu, di mana dia mengikatkan pistol ke tiang tempat tidurnya.” Akses terbatas ke pulau, hanya melalui perahu atau helikopter, secara efektif mengisolasi para korban dari bantuan eksternal. Transformasi pulau ini diharapkan dapat menjadi simbol pemulihan dan penolakan terhadap warisan kejahatan yang pernah terjadi di sana.
Informasi mengenai akuisisi dan rilis dokumen ini didasarkan pada laporan Departemen Kehakiman AS yang dirilis pada 30 Januari 2026, serta pemberitaan dari CBS News dan pernyataan resmi dari SD Investments.