Internasional

Secret Service AS: Tembak Mati Penyusup Bersenjata di Resor Mar-a-Lago, Memicu Debat Anggaran Keamanan

Sebuah insiden keamanan serius terjadi di kediaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di resor Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu, 23 Februari 2026, dini hari. Personel Secret Service AS menembak mati seorang pria bersenjata yang berupaya menerobos perimeter pengamanan, memicu kembali perdebatan sengit mengenai pendanaan keamanan domestik di tengah polarisasi politik yang kian tajam.

Detail Insiden dan Respons Keamanan

Insiden bermula sekitar pukul 01.30 waktu setempat ketika seorang pria, diidentifikasi berusia awal 20-an, terdeteksi mendekati gerbang utara properti Mar-a-Lago. Pelaku membawa senapan gentel (shotgun) dan sebuah jeriken berisi bahan bakar, mengindikasikan potensi ancaman yang signifikan. Petugas keamanan, termasuk deputi Sheriff Palm Beach County dan agen Secret Service, segera melakukan konfrontasi.

Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, menjelaskan bahwa petugas telah berupaya melakukan prosedur peringatan standar. “Satu-satunya kata yang kami katakan kepadanya adalah jatuhkan barang-barang itu,” ujar Bradshaw kepada awak media. Namun, pelaku menolak mematuhi perintah tersebut. “Pada saat itu, ia meletakkan jeriken gasnya, lalu mengangkat senapan gentelnya ke posisi menembak,” tambah Bradshaw, menggambarkan tindakan provokatif yang mengancam nyawa petugas.

Merespons ancaman langsung tersebut, seorang deputi sheriff dan dua agen Secret Service AS melepaskan tembakan. Pria tersebut dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa tidak ada personel keamanan yang terluka dalam insiden ini. Presiden Trump dilaporkan sedang berada di Washington D.C. saat peristiwa berlangsung, dan Secret Service memastikan tidak ada individu di bawah perlindungan mereka yang berada di Mar-a-Lago pada saat upaya penerobosan terjadi. Identitas pelaku belum dirilis ke publik, menunggu pemberitahuan keluarga.

Dinamika Politik dan Anggaran Keamanan

Insiden ini segera memicu reaksi politik dari Gedung Putih. Sekretaris Pers Karoline Leavitt melayangkan kritik tajam kepada Partai Demokrat melalui platform X, mengaitkan insiden keamanan ini dengan penutupan sebagian operasional pemerintah (government shutdown) yang sedang berlangsung. Penutupan tersebut berdampak langsung pada anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang merupakan induk dari Secret Service.

“Sangat memalukan dan sembrono bahwa Demokrat memilih untuk menutup Departemen mereka,” tulis Leavitt, menyiratkan bahwa pemotongan anggaran telah melemahkan kapabilitas keamanan. Di sisi lain, Partai Demokrat mempertahankan sikap mereka, menentang pendanaan baru bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga pemerintah mengimplementasikan perubahan signifikan pada kebijakan deportasi massal yang dijalankan oleh pemerintahan Trump. Ketegangan ini menyoroti bagaimana isu keamanan domestik dapat terperangkap dalam tarik-menarik politik anggaran.

Eskalasi Kekerasan Politik di Amerika Serikat

Peristiwa di Mar-a-Lago menambah daftar panjang insiden kekerasan bermotif politik yang mengguncang Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, mengindikasikan peningkatan polarisasi dan radikalisasi. Awal bulan ini, Ryan Routh dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas rencana pembunuhan Presiden Trump di sebuah lapangan golf di Florida pada September 2024. Sebelumnya, pada Juli 2024, Matthew Crooks melepaskan tembakan saat kampanye Trump di Pennsylvania, menyebabkan telinga kanan Trump terluka dan menewaskan seorang pengunjung.

Kekerasan politik juga menyasar tokoh-tokoh lain. Influencer Charlie Kirk ditembak mati di Utah pada September 2025. Pada Juni 2025, legislator Demokrat Melissa Hortman dan suaminya tewas dibunuh di rumah mereka. Sementara itu, rumah Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro sempat menjadi sasaran percobaan pembakaran pada April 2025. Serangkaian insiden ini menggarisbawahi tantangan serius terhadap stabilitas politik dan keamanan internal AS.

Analisis mengenai insiden keamanan ini didasarkan pada pernyataan resmi dari Sheriff Palm Beach County, Secret Service AS, dan Gedung Putih, serta laporan media terverifikasi mengenai insiden kekerasan politik sebelumnya yang dirilis pada periode 2024-2026.