Internasional

Sengketa Infrastruktur: Ancaman Trump Terhadap Jembatan Gordie Howe Menguji Stabilitas Hubungan AS-Kanada

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (9/2/2026), mengancam akan memblokir pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe yang baru dibangun oleh Kanada melintasi Sungai Detroit. Dalam pernyataannya, Trump menuntut agar Kanada menyerahkan setidaknya separuh dari kepemilikan jembatan tersebut kepada AS. Ancaman ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan perdagangan lintas batas antara kedua negara.

“Kita akan memulai negosiasi, segera. Dengan semua yang telah kita berikan kepada mereka, kita seharusnya memiliki, mungkin, setidaknya setengah dari aset ini,” kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social. Ia juga mengeluhkan bahwa AS tidak akan mendapatkan keuntungan signifikan dari jembatan tersebut, terutama karena Kanada tidak menggunakan baja AS dalam konstruksinya.

Latar Belakang Proyek dan Klaim Kepemilikan

Jembatan Internasional Gordie Howe, yang dinamai untuk menghormati bintang hoki Kanada, dijadwalkan akan beroperasi pada awal 2026. Proyek infrastruktur strategis ini, yang pembangunannya telah berlangsung sejak 2018, dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Kanada. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kemacetan parah di Jembatan Ambassador serta terowongan Detroit-Windsor, yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan dan transportasi antara AS dan Kanada.

Meskipun Kanada membiayai proyek tersebut secara penuh, jembatan ini akan dioperasikan berdasarkan perjanjian kepemilikan bersama antara negara bagian Michigan dan Kanada. Sekretaris pers Gubernur Michigan, LaRouche, menegaskan bahwa jembatan ini merupakan “penyeberangan perdagangan tersibuk di Amerika Utara” dan akan memberikan dampak positif bagi pekerja Michigan serta industri otomotif.

Dinamika Ketegangan Ekonomi-Politik Bilateral

Ancaman Trump muncul di tengah memburuknya hubungan AS-Kanada selama masa jabatan keduanya. Perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) akan ditinjau ulang pada tahun ini, dengan Trump telah mengambil posisi keras menjelang pembicaraan tersebut, termasuk dengan mengeluarkan ancaman tarif baru. Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara terbuka menentang pemaksaan ekonomi oleh AS di panggung global.

Reaksi Domestik AS dan Komitmen Michigan

Ancaman Trump menuai kritik dari sejumlah pejabat AS. Senator Elissa Slotkin dari Partai Demokrat Michigan menyebut proyek yang didanai Kanada ini sebagai “anugerah besar” bagi negara bagian dan masa depan ekonominya. “Anda akan dapat memindahkan kargo dari Montreal ke Miami tanpa pernah berhenti di lampu lalu lintas,” kata Slotkin. Ia menambahkan bahwa ancaman terhadap Jembatan Gordie Howe menunjukkan ketidakpahaman terhadap kepentingan AS.

Senada, Perwakilan Shri Thanedar, anggota DPR dari Partai Demokrat yang mewakili Detroit, menyatakan bahwa memblokir jembatan itu akan menjadi tindakan yang “gila.” Menurutnya, serangan Trump terhadap Kanada tidak akan menguntungkan bisnis atau lapangan kerja. “Jembatan itu akan membantu perekonomian Michigan. Ada begitu banyak perdagangan antara Michigan dan Kanada. Mereka adalah salah satu mitra terbesar kami,” jelas Thanedar.

Prospek Hukum dan Operasional

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai mekanisme hukum yang akan digunakan Trump untuk menghalangi pembukaan jembatan tersebut. Pihak Gedung Putih maupun Kedutaan Besar Kanada di Washington masih enggan memberikan komentar lebih lanjut. Namun, pemerintah Michigan tetap berkomitmen pada jadwal pembukaan. “Pembukaannya akan tetap dilakukan, dan gubernur berharap dapat menghadiri upacara peresmiannya,” ujar LaRouche.

Analisis mengenai dinamika hubungan bilateral ini didasarkan pada pernyataan resmi dari berbagai pihak terkait dan laporan media internasional yang dirilis pada Selasa, 10 Februari 2026.